Suara.com - Dalam upaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, sebuah pelatihan diadakan oleh Emak-Emak Smart Pejuang Andalan Sejati (Espas) Bojonegoro. Kali ini, para emak-emak berkesempatan untuk belajar membuat makanan khas daerahnya yaitu 'ledre'.
Pelatihan ini tak hanya menawarkan ilmu baru, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan usaha baru, dan bahkan membuka lapangan pekerjaan melalui usaha sendiri. Kegiatan berlangsung di RM Taman Kampoeng, Bojonegoro, Jawa Timur.
"Kami berharap dengan adanya pelatihan ini mereka bisa belajar, bisa mempraktikan setelah pelatihan. Tujuannya supaya para emak - emak bisa meningkatkan keuntungannya, karena sejak kemarin covid mereka agak terpuruk, jadi adanya ini bersyukur sekali dengan kegiatan ini," kata Shinta Nurul, Ketua Espas Jawa Timur ditulis Minggu (20/8/2023).
Pelatihan ini menjadi wadah belajar bagi para emak-emak dalam memahami seluk-beluk pembuatan makanan ledre yang autentik dan menggugah selera. Mereka diberikan panduan dari ahli dalam mengolah bahan-bahan makanan, memastikan bahwa cita rasa khas Bojonegoro tetap terjaga, dan makanan ledre bisa lebih dikenal masyarakat luar.
"Dari pelatihan ini semoga penjualan ledre InsyaAllah bisa meningkat, inikan ada 17 kecamatan yang ikut jadi biar rata, jadi kedepannya bisa lebih bagus, ledre bisa dikenal dimana-mana," ungkap Shinta.
"Terima kasih Pak Sandi sudah difasilitasi untuk bisa berkumpul disini melakukan pelatihan, dengan adanya ini InsyaAllah sangat membantu perekonomian terutama di pedesaan", lanjut Shinta.
Pelatihan tidak hanya terfokus pada keterampilan membuat makanan, tetapi juga mengenai pentingnya kemasan yang menarik. Para peserta juga diajarkan bagaimana merancang kemasan ledre agar dapat menarik perhatian konsumen, membuka peluang lebih besar untuk dikenal dan diminati.
"Kita juga ada pelatihan packaging, karena orang disini kurang memahami untuk pembuatan packaging yang menarik, rata-rata pakai plastik. Ledre itu bisa meningkat kalau mereka tau cara promosi, selama ini mereka ini ke pengepul jadi keuntungannya tidak full," kata Shinta.
Sri Wahyu, salah satu peserta mengungkapkan, ia sengaja mengikuti ini untuk menambah ilmu hingga bisa membuka peluang usaha dan menambah pendapatan ekonomi.
Baca Juga: Bisnis Skincare Makin Glowing dan Mampu Buka Banyak Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat Sekitar
"Saya ikut ini untuk menambah ilmu, ingin mengembangkan pembuatan ledre siapa tau bisa buka usaha jadi bisa membantu suami. Disamping itu juga ikut melestarikan makanan khas sini," kata Sri
Harapannya, ledre Bojonegoro dapat semakin menyebarluas dan dikenal sebagai salah satu kebanggaan kuliner lokal yang lezat dan menarik.
"Semoga makanan ledre ini semakin berkembang dan bisa dijual ke luar daerah lebih banyak lagi," kata Sri.
Selain pelatihan, kegiatan juga dimeriahkan dengan senam bersama guna menjaga kebugaran tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil