Sedangkan bagi operator, layanan digital akan meningkatkan citra serta kepercayaan konsumen, hingga membuka peluang menggarap pasar lebih luas.
Dalam mendorong transformasi digital industri pariwisata, peningkatan literasi digital untuk sumber daya manusia merupakan salah satu aspek utama.
Hal ini juga selaras dengan Pilar Pertama Visi Indonesia 2045 yaitu pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Traveloka secara berkesinambungan menargetkan untuk memberikan pelatihan kepada 100.000 peserta pada tahun 2023, termasuk UMKM, pemuda, dan siswa SMK dari ekosistem industri pariwisata melalui Program Pelatihan Literasi Digital Traveloka.
Program ini bertujuan untuk membekali para talenta di industri pariwisata dengan keterampilan digital yang esensial untuk memberikan kontribusi langsung bagi pertumbuhan bisnis pariwisata.
Traveloka yang saat ini hadir di 6 negara di Asia Tenggara, berkomitmen untuk mengambil bagian dalam mengatasi tantangan iklim global dengan memastikan industri pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Sejak 2022, Traveloka juga bermitra dengan Global Sustainable Tourism Council (GSTC) untuk memberikan rangkaian sesi pelatihan mengenai pariwisata berkelanjutan bagi mitra perhotelan di berbagai negara tempat Traveloka beroperasi.
Salah satu manfaat utama dari pelatihan ini adalah kesempatan untuk mengikuti Ujian Kursus Pariwisata Berkelanjutan GSTC resmi dan setelah berhasil menyelesaikannya, menerima Sertifikat Profesional di bidang Pariwisata Berkelanjutan dari GSTC.
Selain itu, salah satu usaha Traveloka untuk berkontribusi terhadap target net zero emission pemerintah adalah dengan melakukan program penanaman 100.000 bibit mangrove di berbagai wilayah di Indonesia yang dilakukan sejak tahun 2022 melalui kemitraan dengan berbagai mitra strategis seperti; World Resources Institute (WRI) Indonesia, Mangrove Nusantara (MATA), dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Baca Juga: Bus Pariwisata vs Mobil Datsun Laga Kambing di Jalan Umum Medan-Tarutung, 1 Tewas, 5 Luka-luka
Menanggapi pentingnya transformasi digital untuk mewujudkan visi Indonesia Maju, Suci Lestari Yuana Peneliti Ekonomi Digital Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan digitalisasi ekonomi, termasuk di dalamnya digitalisasi pariwisata merupakan suatu keniscayaan.
“Ekosistem ekonomi yang produktif hanya bisa terwujud apabila semua pihak dilibatkan untuk berkontribusi selaras dengan visi tersebut. Masih banyak peluang yang dapat dan perlu dikembangkan terutama di sektor industri mikro, kecil dan menengah untuk membuat digitalisasi pariwisata yang lebih inklusif dan berkeadilan.” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono
-
IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
-
Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
-
Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN