- Harga emas Antam per 2 Januari 2026 turun Rp 13.000 menjadi Rp 2.488.000 per gram, dengan harga beli kembali turun Rp 16.000.
- Harga emas dunia (XAU/USD) mendekati USD 4.345 karena minat investor pada aset aman dan reli 65 persen sepanjang 2025.
- Kenaikan harga emas didukung ekspektasi suku bunga AS turun dan ketegangan geopolitik, meski ada potensi aksi ambil untung.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 2 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.488.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 13.000 dibandingkan hari Rabu, 31 Desember 2025.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.363.000 per gram.
Harga buyback itu juga turun sebesar Rp 16.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.294.000
- Emas 1 Gram Rp 2.488.000
- Emas 2 gram Rp 4.916.000
- Emas 3 gram Rp 7.349.000
- Emas 5 gram Rp 12.215.000
- Emas 10 gram Rp 24.375.000
- Emas 25 gram Rp 60.812.000
- Emas 50 gram Rp 121.545.000
- Emas 100 gram Rp 243.012.000
- Emas 250 gram Rp 607.265.000
- Emas 500 gram Rp 1.214.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.428.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Kembali Melonjak
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Mengutip FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) naik mendekati level USD 4.345 pada sesi awal perdagangan Asia.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Harga Emas Cenderung Naik Terus Setiap Tahun
Penguatan ini menandai penutupan tahun 2025 yang impresif bagi logam mulia. Sepanjang 2025, emas mencatatkan kenaikan tahunan sekitar 65 persen, menjadi lonjakan tahunan terbesar sejak 1979.
Reli tersebut didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) lebih lanjut pada 2026 serta derasnya aliran dana ke aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pada Desember lalu memutuskan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps), sehingga suku bunga dana federal berada di kisaran 3,50–3,75 persen.
Pendukung kebijakan tersebut menilai meningkatnya risiko penurunan lapangan kerja serta meredanya tekanan inflasi menjadi alasan utama pelonggaran moneter. Namun, keputusan tersebut tidak sepenuhnya disepakati. Gubernur The Fed, Stephen Miran, menentang langkah pemangkasan kecil dan mendorong pemotongan suku bunga yang lebih besar.
Sementara itu, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee serta Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap.
Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 9–10 Desember menunjukkan mayoritas pejabat The Fed menilai penurunan suku bunga lanjutan masih tepat dilakukan, selama inflasi terus menurun. Meski demikian, perbedaan pendapat masih muncul terkait waktu dan besaran pemangkasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga