- Rupiah melemah pada pembukaan awal tahun 2026, mencapai Rp16.702 per dolar AS pada Jumat (2/1/2025).
- Pelemahan rupiah diprediksi analis terjadi karena minimnya data ekonomi akibat libur panjang awal tahun.
- Bank Indonesia diperkirakan akan melakukan intervensi pasar agar rupiah bergerak fluktuatif dalam rentang 16.600-16.750.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik melemah pembukaan awal tahun 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (2/1/2025) dibuka pada level Rp16.702 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka ini menampilkan, rupiah melemah 0,10 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp16.680 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.720 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan libur panjang yang terjadi di awal tahun. Sebab, tidak adanya data ekonomi yang membuat investor masih menunggu.
"Rupiah diperkirakan akan datar atau berkonsolidasi di tengah absennya data ekonomi dan event penting oleh liburan akhir tahun," katanya saat dihubungi Suara.com.
BI pun diperkirakan akan mengintervensi agar rupiah tidak kembali melemah. Untuk itu, rupiah masih akan bergerak fluktuatif hingga sore nanti.
"Namun BI diperkirakan akan kembali mengintervensi untuk mencegah volatilitas yang tidak jarang terjadi ketika aktifitas perdagangan yang sepi, ini bisa kembali menguatkan rupiah. Range 16.600-16.750," jelasnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Justru Melempem ke Level Rp 16.667 Setelah BI Tahan Suku Bunga
-
Rupiah Berbalik Menguat, Dolar Amerika Serikat Loyo Sentuh Level Rp16.667
-
Rupiah Melorot Lagi Hari Ini ke Level Rp 16.691
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Makin Kuat Sentuh Level Rp16.678
-
Nilai Tukar Rupiah Melemah pada Senis Sore, Antisipasi Kebijakan Suku Bunga BI
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya