Suara.com - Sebagai upaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, PT Rekayasa Industri (Rekind) menggelar program magang (internship) bagi mahasiswa dan pelajar dari sejumlah perguruan tinggi serta sekolah kejuruan di tanah air.
Diyakini, program ini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional, melalui pemanfataan lingkup kerja Rekind di bidang EPCC (Engineering, Procurement, Construction, Commissioning).
Para peserta magang ini juga diberikan kesempatan untuk merasakan dinamika kegiatan, permasalahan serta solusi yang biasa dijalankan di wilayah operasi Rekind. Tentunya aktifitas ini belum pernah didapatkan langsung di kampus ataupun sekolah.
“Ini merupakan sumbangsih Rekind sebagai perwujudan dukungan kepada pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Langkah ini juga bentuk perwujudan semangat pengabdian dan pengembangan program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) di mana pendidikan menjadi salah satu point penting yang dikedepankan Kementerian BUMN,” ungkap Edy Sutrisman, SVP Corporate Secretary & Legal Rekind ditulis Kamis (31/8/2023).
Internship merupakan merupakan progran rutin yang dilakukan perusahaan untuk membuka atau memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan pelajar guna mengenyam pengalaman bekerja sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajarinya.
Para mahasiswa yang rata-rata berasal dari fakultas teknik tersebut, oleh mentor-mentor Rekind diajak menyelami detail pengetahuan terkait, piping egineering, mechanical engineering, civil engineering, procurement, construction, budget, control, performance management, system development & innovation Management dan masih banyak lagi.
Mereka yang memperoleh kesempatan di program internship ini berasal dari sejumlah pergutruan tinggi ternama di tanah air, sebut saja Intitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM)- Yogyakarta, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Padang, Universitas Diponegoro Semarang, Politeknik Negeri Jakarta dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Sedangkan untuk para pelajar yang rata-rata berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta, diajak untuk mendalami langsung mengenai kegiatan aplikatif seperti multimedia, administrasi perkantoran, teknik jaringan dan Otomatisasi - Tata Kelola Perkantoran.
Menurut Edy Sutrisman, penerapan program yang dimulai sejak awal tahun 90-an tersebut juga merupakan gambaran komitmen Rekind yang dibungkus dalam balutan budaya kerjanya di bidang pendidikan, terutama dalam melahirkan anak-anak bangsa yang berprestasi sekaligus meningkatkan taraf kehidupan mereka.
Baca Juga: Rekind Berkolaborasi dengan Pupuk Indonesia Tekan Angka Masalah Sosial di Masyarakat
”Saya sangat senang sekali diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan internship di Rekind. Pengetahuan yang kami peroleh di sini sangat jauh berbeda dengan bekal ilmu yang kami dapatkan di kampus. Kita bisa mempraktikkan langsung dan mendapat arahan dari para mentor Rekind yang sudah memiliki pengalaman dalam mengaplikasikan pengetahuannya di kegiatan proyek,” terang Magdalena Novembrine Ngantu Mahasiswa internship President University Karawang.
Diakui mahasiswa asal Sumatra Barat Oriza Sativa Yoneri mengikuti program internship di Rekind sangat kental nuansa kekeluargaannya. Mentor-mentornya tidak ‘pelit’ membagikan pengetahuan dan pengalamannya untuk bisa dipelajari seksama.
“Pokoknya nggak rugi saya ikut program Internship di Rekind. Sangat jauh dari prediksi. Awalnya saya pikir magang disini hanya disuruh mengerjakan pekerjaan seperti fotocopy atau input data saja, ternyata sebaliknya pengetahuan saya sebagai calon engineer bertambah banget di sini dan jarang-jarang bisa dapat pengetahuan tentang dunia EPC secara langsung,” tandas mahasiswi yang akrab disapa Ori tersebut.
Diakui Edy Sutrisman, tidak tertutup kemungkinan mahasiswa-mahasiswa magang ini direkrut sebagai karyawan, untuk kemudian ditingkatkan lagi keahalian dan kemampuannya melalui rangkaian inovasi yang terus dikembangkan Rekind dalam menunjang kegiatan operasi perusahaan.
“Bahkan di lingkungan proyek kami juga selalu berkomitmen untuk memberikan bimbingan khusus kepada tenaga kerja lokal agar pengetahuannya bertambah, sehingga mereka bisa survive dan meningkatkan taraf kehidupannya selepas kami menyelesaikan kegiatan proyek,” tambah Edy Sutrisman meyakinkan dan bangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998