Pada 2024, investasi untuk pengembangan lapangan gas ditargetkan sebesar US$8 miliar atau 50 persen dari target total investasi di sektor hulu migas yang mencapai US$16 miliar.
Pada tahun-tahun berikutnya, nilai investasi gas ditargetkan terus mengalami kenaikan hingga mencapai US$12 miliar pada 2030.
Saat ini, penemuan cadangan migas baru serta persetujuan plan of development (POD) di dominasi oleh gas, sehingga pengembangan proyek baru kedepan akan lebih mengarah ke gas.
Terus meningkatnya investasi di minyak, salah satunya adalah upaya untuk menahan laju decline rate dengan komitmen untuk bisa mencapai zero decline serta tambahan produksi dari proyek-proyek lapangan minyak.
Salah satu investasi yang besar di minyak adalah untuk pengeboran sumur pengembangan. Untuk tahun 2023 prognosa pengeboran sumur pengembangan mencapai 919 sumur dan tahun 2024 ditargetkan dapat melebihi capaian di 2023.
Di tengah tren kenaikan investasi hulu migas, Dwi mengungkapkan masih ada tantangan yang muncul, salah satunya adanya tuntutan untuk mengintegrasikan kegiatan usaha hulu migas dengan penerapan teknologi Carbon Capture Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS).
“Masing-masing perusahaan migas juga mendapat target untuk mencapai Net Zero Emission,” kata Dwi.
Meski masih diwarnai berbagai tantangan, investasi di industri hulu migas terus mengalami peningkatan. Dalam kondisi iklim investasi yang semakin membaik, SKK Migas terus berupaya meningkatkan penanaman modal di sektor hulu migas, salah satunya dengan kembali menggelar The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIOG). Tahun ini tercatat sebagai penyelenggaraan ICIOG yang ke-4.
Mengusung tema “Advancing Energy Security Through Sustainable Oil and Gas Exploration and Development”, ICIOG 2023 akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 20-23 September 2023.
Baca Juga: Menteri ESDM Ungkap Produksi Migas Naik Tahun Depan, Harga LPG 3 Kg Turun?
“The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas merupakan puncak kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri hulu migas untuk meningkatkan kerja sama dalam mendorong pertumbuhan investasi serta meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi migas demi menjaga ketahanan energi nasional,” kata Dwi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA