Suara.com - PT Lion Express atau Lion Parcel berusaha mencegah adanya pengiriman paket semua jenis narkotika. Hal ini sebagai upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran narkoba melalui jasa pengiriman.
Dukungan ini atas realisasi nota kesepahaman antara BNN dengan Lion Group tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Sebagai perusahaan bagian dari Lion Group, Lion Parcel turut mendukung kerja sama ini melalui berbagai upaya dalam mendeteksi dini adanya peredaran narkoba di masyarakat.
"Kami percaya kolaborasi dari seluruh pihak adalah kunci memberantas peredaran narkoba, sehingga Lion Parcel sebagai perusahaan jasa ekspedisi turut mengambil bagian dalam hal ini. Langkah ini kami realisasikan dengan membantu pihak BNN dalam mendeteksi adanya peredaran narkoba melalui jasa pengiriman," ujar Chief Compliance and Network Officer Lion Parcel Victor Ary Subekti yang dikutip, Jumat (8/9/2023).
Lion Parcel berkomitmen untuk bertindak kooperatif dengan cara segera memberikan laporan kepada BNN apabila ditemukan paket yang dicurigai sebagai barang terlarang. Langkah ini dilanjutkan dengan memberikan ruang bagi tim BNN untuk melakukan investigasi atas laporan tersebut.
Dalam prosesnya, Lion Parcel juga membantu BNN dengan memberikan data-data pengiriman yang dibutuhkan guna mendukung proses penyidikan.
"Lion Parcel selalu memberikan ruang bagi pihak BNN untuk melakukan investigasi terkait peredaran narkoba. Kami juga terbuka dengan data-data pendukung yang dapat memudahkan proses investigasi. Salah satu bukti nyata dari komitmen ini adalah di mana Lion Parcel dan BNN berhasil menggagalkan dua pengiriman yang berisi narkoba dan sudah dirilis ke publik pada akhir bulan Juli lalu," papar Victor.
Lion Parcel juga mendukung BNN dengan memberikan data pengiriman yang dibutuhkan untuk ditindaklanjuti. Data-data ini menjadi acuan tim BNN dalam memetakan area-area tertentu yang rawan peredaran narkoba.
Tidak hanya kolaborasi dengan pihak berwajib, Lion Parcel juga memperkuat sistem operasional untuk mencegah peredaran narkoba. Sebagai langkah preventif, tersedia alat X-ray di hub-hub Lion Parcel untuk memastikan keamanan barang-barang sebelum diproses lebih lanjut. Dalam bekerja sama dengan para mitra agen, Lion Parcel juga mewajibkan mitra memasang CCTV guna keamanan bersama.
Di sisi lain, Lion Parcel juga rutin mengadakan tes narkoba bagi seluruh karyawan dan memastikan tim terbebas dari catatan kriminal. Selain itu, Lion Parcel juga memfasilitasi Pelatihan Penanganan dan Pengendalian Narkoba di Lingkungan Kerja (PPNLK) bagi karyawan untuk memperkuat komitmen dukungan.
Baca Juga: Ramai-ramai BUMN dan Swasta Garap Bisnis Baru Perdagangan Karbon
"Kami berkomitmen kuat agar seluruh ekosistem Lion Parcel dapat berkontribusi dalam mencegah peredaran narkoba. Oleh karena itu, kami menerapkan sejumlah kebijakan dalam proses bisnis Lion Parcel untuk memastikan komitmen kami terealisasi dengan baik. Hal ini diharapkan dapat mendukung negara dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba," pungkas Victor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
-
Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?
-
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?