Suara.com - PT Bank KB Bukopin Tbk mengumumkan perpanjangan program yang telah lama dinantikan oleh para nasabah, yaitu program bebas biaya tarik tunai, transfer, dan cek saldo di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) manapun di seluruh Indonesia.
Perpanjangan program ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus meningkat akan aksesibilitas dan fleksibilitas yang tak tertandingi dalam layanan perbankan melalui ATM.
Nasabah KB Bukopin dapat melakukan hingga 10 kali transfer gratis, 10 kali tarik tunai gratis, dan 10 kali cek saldo gratis setiap harinya di lebih dari 100.000 lokasi ATM Bersama dan ATM Prima di seluruh Indonesia. Akses eksklusif ini, yang merupakan wujud dari komitmen kami untuk memberikan solusi yang berpusat pada nasabah, tersedia bagi seluruh nasabah KB Bukopin hingga 31 Desember 2023.
"Inisiatif ini merupakan bukti nyata dari komitmen KB Bukopin dalam mengembangkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah," ujar Wakil Direktur Utama Bank KB Bukopin, Robby Mondong.
"Melihat respons yang sangat baik dan minat yang tinggi terhadap penawaran kami sebelumnya, memperpanjang program ini merupakan langkah yang tepat untuk memuaskan para nasabah," tambahnya.
Bank KB Bukopin terus berupaya untuk melampaui ekspektasi nasabah dengan berinovasi dan memberikan layanan keuangan terbaik, meningkatkan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi. Kehadiran KBstar Mobile Banking merupakan wujud dari kemajuan kami dalam solusi digital, yang menawarkan layanan perbankan secara real time, kapanpun dan dimanapun, tanpa terkendala oleh lokasi kantor cabang secara fisik.
Ke depan, KB Bukopin bercita-cita untuk menjadi yang terdepan dalam hal pengalaman nasabah dan solusi keuangan, dengan mengincar posisi terdepan di antara bank-bank di Indonesia.
"Perjalanan kami menuju visi ini didorong oleh integritas yang teguh, inovasi yang inovatif, dan pengejaran keunggulan yang tiada henti, untuk memastikan bahwa kami tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia," kata Robby.
Baca Juga: Bank KB Bukopin- Dana-ShopeePay Masuk Sistem BI-FAST, Biaya Transfer Antar Bank Cuma Rp 2.500
Berita Terkait
-
Punya Fitur Lengkap, Ini Kelebihan KBstar Mobile Banking dari Bank KB Bukopin
-
Bank KB Bukopin Sebar Tiket Konser K-Pop SMTOWN LIVE 2023 untuk Nasabah, Begini Caranya
-
Bank KB Bukopin Hadirkan Star Mortgage, KPR dengan Bunga Kompetitif dan Kemudahan Proses
-
Bank KB Bukopin Perkuat Modal Anak Usaha Senilai Rp422,9 Miliar
-
Hadirkan Program Star Seru, Bank KB Bukopin Bagi-bagi Hadiah Tanpa Diundi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah