Suara.com - Ratusan milenial yang terdiri atas santri dan mahasiswa di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), antusias mengikuti pelatihan foto produk serta membuat konten produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aula Gedung GBK, Jalan G Obos Induk Nomor 77, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.
Robiyanto selaku peserta pelatihan ini mengapresiasi kegiatan yang digelar sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) dan Srikandi Ganjar.
"Saya mewakili para santri yang hadir di sini berterima kasih kepada relawan SDG dan Srikandi Ganjar yang telah menyelenggarakan pelatihan foto produk dan membuat konten produk UMKM," katanya ditulis Rabu (11/10/2023).
Santri berusia 23 tahun ini mendapatkan banyak sekali wawasan setelah ikut pelatihan entrepreneurship ini. Dia menilai, para peserta dilatih untuk mulai berbisnis sejak muda.
Selain itu, dia juga diberi praktik bagaimana agar produk yang dijual bisa laku di pasaran dengan memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram.
"Dari kegiatan ini, saya mendapatkan wawasan untuk bagaimana cara kita memasarkan produk lokal kita di media sosial. Lalu, bagaimana kita memfoto produk supaya hasilnya bagus dan menarik para pelanggan untuk membeli produk lokal Kalteng," ucapnya.
Robiyanto pun ke depannya tertarik untuk membuka bisnis kuliner karena sudah mengetahui beberapa tips dan sukses berbisnis dari kegiatan yang digelar loyalis Ganjar Pranowo itu.
"Ke depannya, saya membuka usaha produk UMKM sendiri khas Kalteng," ucapnya.
Peserta pelatihan lainnya bernama Wulan Saputri juga merasa bersyukur karena banyak pengetahuan yang diterimanya saat ikut pelatihan ini.
Baca Juga: Dongkrak Penghasilan Pelaku UMKM, Relawan Sandiaga Uno Gelar Turnamen Sepak Bola
"Setelah mengikuti pelatihan ini, saya mengetahui bagaimana cara memfoto produk UMKM dengan benar. Saya dapat teknik foto baru," ungkapnya.
Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Palangkaraya ini juga tertarik untuk membuka usaha UMKM ke depannya.
"Lumayan tertarik untuk membuka usaha UMKM ke depan karena sudah tahu trik memasarkan produk ini di media sosial," ucapnya.
Wulan juga menilai bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo sebagai sosok yang sangat peduli terhadap perkembangan milenial.
"Sosok Bapak Ganjar dekat dengan anak muda dan rakyat kecil, memahami apa saja keluhan masyarakat," katanya.
Dia juga berdoa agar Ganjar Pranowo menjadi presiden Indonesia periode 2024-2029.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SDG Kalteng Hamijul Fuad mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah besar bagi pihaknya untuk terus memberikan manfaat kepada para pemuda, khususnya santri dan perempuan milenial di Kalteng
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri