Suara.com - Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai PT PLN (Persero) telah siap untuk kembangkan energi terbarukan. Kekinian, PLN telah mulai mengembangkan energi baru dan terbarukan.
Dia menjelaskan, PLN mengembangkan program Accelerated Renewable Energy Development (ARED) atau akselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) guna menjawab tantangan mismatch antara lokasi sumber EBT berskala besar dengan pusat demand listrik.
Dengan program itu, paparnya, PLN mampu mengakselerasi penambahan energi terbarukan hingga sebesar 75 persen atau setara 60 GW pada 2040. Terinci PLN akan menambah PLTA dan Geothermal sebesar 32 GW serta menambah kapasitas pembangkit surya dan angin hingga sebesar 28 GW.
"Saya mengapresiasi PLN yang telah menjadi garda terdepan dalam mengakselerasi transisi energi dengan menambah kapasitas EBT dalam jumlah besar, serta kolaborasi global yang sudah dilakukan," ujarnya yang dikutip Rabu (1/11/2023).
Selain itu, lanjut Fahmy, PLN melakukan Green Enabling Super Grid yang dilengkapi dengan Smart Grid dan Flexible Generation.
"Dari situ, kita bisa lihat kinerja PLN makin memimpin transisi energi untuk menuju Net Zero Emissions 2060," kata dia.
PLN dianggap Fahmy juga telah melakukan sejumlah kolaborasi baik di tingkat lokal, nasional maupun global. "Hal itu juga dilakukan untuk percepatan akses pendanaan hijau untuk agenda transisi energi di Indonesia," imbuh dia.
Sebagai bukti, terang dja, beberapa waktu lalu PLN berhasil melakukan kolaborasi global. Berbagai penandatanganan bilateral antara PLN dan mitra bisnis dari China pada Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing. Selain itu, dengan International Eneegy Agency Fatih Birol di Prancis.
Tak hanya itu, MoU dilakukan antara PLN dan Vice Chairman, President Sinosure, Sheng Hetai tentang percepatan akses pendanaan hijau untuk agenda transisi energi di Indonesia.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Kerahkan Personel Hingga Peralatan Untuk Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Selanjutnya, PLN juga melakukan penandatanganan kesepakatan dengan pemimpin perusahaan listrik Thailand, Malaysia, Laos, serta perwakilan ASEAN Center for Energy untuk melakukan kolaborasi mewujudkan interkoneksi ASEAN Power Grid.
Penandatanganan MoU selanjutnya, dilakukan oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan President of CDB Xiamen Branch, Zeng Liqing di kantor pusat CDB, Beijing, China.
Lainnya, juga dilakukan MoU antara PLN dengan State Grid Corporation of China (SGCC) serempak dengan perusahaan lain di hadapan Presiden RI Joko Widodo pada Indonesia-China Business Forum di Beijing.
"Dengan begitu, percepatan pertumbuhan dengan membangun kapasitas nasional guna menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta mengentaskan kemiskinan, akan segera terwujud bersamaan dengan terjaganya lingkungan," tandas Fahmy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Boy Thohir Mau Cari Cuan di Bursa Hong Kong Lewat Rencana IPO EMAS
-
Merger Grab - GoTo Tersandung Saham Telkomsel, KPPU Belum Terima Notifikasi
-
Cara Menukarkan Uang Rusak Akibat Bencana ke Bank Indonesia
-
Bareskrim: Dana Syariah Indonesia Putar Duit di Proyek Fiktif
-
Lowongan Kerja BCA Terbaru 2026 untuk Berbagai Jurusan S1 dan S2
-
OJK: Tak Semua WNI di Kamboja Korban TPPO, Sebagian Adalah Kriminal
-
Tak Kunjung Penuhi Kewajiban Reklamasi, 45 Perusahaan Tambang Terancam Dicabut Izin
-
ANTM Mengamuk! Saham Aneka Tambang Tembus Rekor Baru di Rp4.750
-
Kementerian UMKM Terbitkan Permen Verifikasi WIUP Prioritas bagi UKM
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?