Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku bakal mencari penyebar informasi palsu atau hoax terkait pemalsu surat dengan kop resmi bursa berisikan pengabungan saham atau reverse stock efek bersifat ekuitas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Perlu diketahui bahwa reverse stock merupakan penggabungan jumlah lembar saham menjadi jumlah yang lebih sedikit dengan harga lebih tinggi.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan surat tentang reverse stock GOTO tersebut tidaklah benar.
“Kita sudah cari pihaknya lewat mana informasi itu disampaikan,” tukas dia kepada media di gedung BEI, Rabu (8/11/2023).
Ia bilang, selaku operator bursa telah berupaya memberi informasi sebenarnya dengan segera mengumumkan kepada publik pada laman BEI.
“Yang paling penting sebetulnya adalah mem-balancing informasi itu kepada publik,” kata dia.
Namun, dia bilang tidak akan mengambil tindakan hukum kepada pelaku.
Tapi hanya akan melaporkan pelaku tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan.
“Belum masuk ke sana dulu (Red-pasal tindak pidana UU PPSK), itu nanti dulu,” kata dia.
Baca Juga: Sah, Prajogo Pangestu Bakal Borong Saham Petrosea 34 Persen
Sebelumnya, isu reverse stock baru-baru ini menimpa saham GOTO. Perlu diketahui bahwa reverse stock merupakan penggabungan jumlah lembar saham menjadi jumlah yang lebih sedikit dengan harga lebih tinggi.
Tak main-main, kabar yang beredar menyebut bahwa saham tersebut akan dijual dengan harga Rp450. Dalam pengumuman yang beredar di WhatsApp itu disebut bahwa harga baru saham GoTo akan berlaku mulai 8 November mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pesan Purbaya ke Investor: Jangan Cemas soal Investasi di RI, Saya Menteri Pintar
-
Mayoritas Harga Pangan Turun, Cabai Rawit Merah Masih Naik Tembus Rp 62.000/kg
-
CIMB Niaga Dorong Masyarakat Kelola Gaji Secara Eifisien
-
AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Brent Tembus 67 Dolar AS
-
Dolar AS Menguat, Rupiah Turun ke Level Rp16.766
-
Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram
-
Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan
-
Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu