Suara.com - Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo mengkritik pembangunan infrastruktur yang dikerjakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dia bilang masifnya pembangunan yang dilakukan Jokowi selama 10 tahun terakhir bisa dibilang ada yang tak optimal karena sepi, semisal bandara, pelabuhan hingga jalan tol yang belum menghasilkan.
"Pertanyaannya ada yang protes kenapa bandaranya sepi, pelabuhannya sepi, jalan tolnya kok belum menghasilkan," kata Ganjar dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang dikutip Kamis (9/11/2023).
Awalnya Ganjar mengatakan bahwa ekonomi memang dibangun dengan menyelesaikan permasalahan di dua sektor, yakni infrastruktur dan industri. Untuk infrastruktur dia mengakui memang sudah dibangun oleh pemerintahan Jokowi.
"Current ekonomi ini kita bagi dua antara problem yang terkait infrastruktur dan terkait industri. Kalau kita melihat infrastruktur, saya kira 10 tahun Pak Jokowi sudah melakukan itu," katanya.
Untuk mengatasi sepinya sejumlah pembangunan infrastruktur yang dibangun, Ganjar pun memiliki cara agar penggunaannya lebih maksimal yakni dengan mendorong utilisasi dari proyek infrastruktur yang sudah ada harus lebih ditingkatkan. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan komando dari pemerintah pusat.
"Minimal saya pensiunan orang daerah dan tentu saja konsep yang kemudian kita lakukan adalah bagaimana infrastruktur ini bisa kita dorong," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun
-
Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!