Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak sektor bisnis terdampak, mati perlahan, dan akhirnya tak beroperasi. Hal ini tak terjadi pada bisnis logistik.
Sektor ini justru memperlihatkan potensinya sejak 2 tahun terakhir. Hal ini, salah satunya didorong oleh meningkatnya bisnis e-commerce, yang "memaksa" masyarakat untuk "belanja dari rumah".
Aktivitas belanja online, kini menjadi kebiasaan masyarakat urban yang menyenangkan. Selain bisa memilih barang yang diinginkan tanpa perlu keluar rumah, proses delivery-nya pun cepat, praktis, dan dijamin pasti sampai.
Awal 2023, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sempat memprediksi, bisnis logistik di Indonesia tahun ini bisa tumbuh sekitar 5-8 persen. Hal ini tentu merupakan kabar baik bagi sektor logistik.
Buah manis tegarnya bisnis bidang ini selama 2 tahun terakhir juga dirasakan oleh TIKI. Perusahaan layanan instan kurir yang berada di bawah bendera PT Citra Van Titipan Kilat ini mengalami peningkatan volume pengiriman barang antara 10-15 persen, jika dibandingkan tahun 2021.
Tren peningkatan masih terjadi hingga saat ini. Hal ini pernah diutarakan Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), Yulina Hastuti, dalam sebuah kesempatan.
"Perubahan gaya hidup masyarakat, dari offline ke online akan terus berlangsung. Kalaupun ada perubahan, maka hal itu tidak terlalu signifikan," katanya, sambil memprediksi bahwa industri jasa logistik bakal berpeluang lebih menggairahkan di masa mendatang.
Generasi Muda Jadi Ujung Tombak Bisnis Logistik
Optimisme terhadap pertumbuhan sektor jasa logistik dipahami betul oleh TIKI, yang belum lama ini menjalin kerja sama dengan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti). Kerja sama disepakati kedua belah pihak pada Senin (23/11/2023).
Pada kesempatan tersebut, Yulina mengatakan bahwa regenerasi di sektor logistik perlu terus diupayakan. Hal ini bertujuan untuk bisa mencetak generasi muda yang kompeten dengan kebutuhan industri masa depan yang semakin digital dan #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda.
Kerja sama dengan ITL Trisakti ini merupakan perwujudan "TIKI Goes To Campus", yang dicanangkan Citra Van Titipan Kilat tahun ini. TIKI Goes to Campus sendiri merupakan program, dimana TIKI memperkenalkan bisnis kurir, profesi dan potensi karier di bidang kurir dan logistik.
Baca Juga: Masyarakat Makin Antusias Investasi Kripto, Pelanggan Aset Didominasi Kaum milenial
Kerja sama akan dilakukan melalui sejumlah program pelatihan dan pendidikan mahasiswa melalui praktisi mengajar, kunjungan mahasiswa, program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, dan program magang.
Sebelum ke ITL, TIKI juga telah mengunjungi Kampus Politeknik APP, di Jakarta Selatan. Program TIKI Goes to Campus di lokasi ini ini dikemas dalam bentuk talkshow, dengan para pembicara dan mentor pilihan, agar bisa membuka wawasan para mahasiswa.
Tak hanya sekadar mensosialisasikan peluang besar bisnis logistik, TIKI Goes to Campus juga membuka peluang kewirausahaan melalui program kemitraan dengan program khusus. Peluang ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh generasi muda Indonesia dalam menyambut pertumbuhan bisnis logistik yang kian menjanjikan.
"Generasi muda diharapkan dapat ikut memajukan industri ini, yang potensinya akan semakin besar," kata Yuliana.
Inovasi Jadi Strategi Bisnis TIKI
Selain menciptakan regenerasi masa depan bagi bisnis layanan kurir Indonesia, TIKI telah menjalankan serangkaian inovasi sebagai strategi bisnisnya. Strategi-strategi yang telah dijalankan selama ini terbukti sukses menghantarkan TIKI, hingga mencapai usia ke-53 tahun ini.
Untuk memperluas jangkauan, TIKI selalu berupaya untuk menambah dan menambah lagi jaringannya. Saat ini bisa dikatakan, TIKI merupakan perusahaan kurir swasta dengan jaringan distribusi terluas di Indonesia.
Berita Terkait
-
Untuk Menuju Indonesia Bebas Kelaparan, Ketahanan Pangan Perlu Libatkan Generasi Muda
-
Pertamina Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan Melalui Program Sekolah Energi Berdikari di SMKN 2 Dumai
-
Dorong Minat Anak Muda, Festival Literasi Digelar untuk Seratusan Mahasiswa Indonesia
-
Bisa Jadi Tempat Hangout Usai Pulang Kerja, Ini 5 Coffee Shop Nyaman di Kawasan Gondangdia
-
Ekonomi Nasional Membaik, Bisnis Logistik Makin Tokcer
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite