- OJK mengidentifikasi modus penipuan keuangan baru, khususnya e-tilang palsu yang disebar melalui pesan berisikan tautan berbahaya.
- Penipuan juga menyasar kaum muda melalui tawaran kerja mudah di media sosial dan investasi yang menjebak.
- Masyarakat harus waspada terhadap tautan tak dikenal demi menjaga keamanan data pribadi dari pihak tidak bertanggung jawab.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan beberapa modus penipuan keuangan baru yang banyak merugikan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah modus penipuan e-tilang palsu.
Kepala Eksekutif Pengawas Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengatakan agar masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan pihak lain, terutama e-tilang.
Sebab, modus ini sering terjadi dengan menggunakan isi pesan yang berisikan tautan. Link tautan dijadikan pelaku untuk menipu masyarakat.
"Ini hati-hati, yang terbaru adalah elektronik tilang ya, e-tilang atau elektronik tilang yang mengaku dari kepolisian dan sebagainya, melalui SMS-SMS. Bahkan satu hari bisa dapet 9 atau 6 bahkan sampai 10 isi pesannya," katanya di Gedung Kementerian PMK, Senin (22/12/2025).
Untuk itu, masyarakat diminta agar hati-hati dalam membuka tautan dari nomor yang tidak dikenal. Hal ini agar bisa menjaga data keamanan pribadi yang bisa merugikan diri sendiri.
"Karena kita sekarang tidak sadar, memasukkan informasi-informasi, yang kita pikir memasukkan kepada orang benar tapi tau-tau itu sebenarnya ada orang yang sudah siap menerima informasi-informasi kita," bebernya.
Selain itu, modus e-tilang ada penipuan lowongan kerja, yang banyak menyasar anak-anak muda. Mereka ditawari pekerjaan yang terlihat mudah: cukup dengan klik, cukup unggah, langsung dapat uang.
"Padahal, itu adalah jebakan penipuan. Media sosial juga menjadi sarana yang sangat rawan, termasuk penipuan yang memanfaatkan rasa empati, kepanikan, atau tekanan psikologis terhadap keluarga," lanjutnya.
Tidak hanya itu, penipuan investasi juga masih sering terjadi. Sebab, banyak keluarga yang berniat menyiapkan masa depan melalui investasi, namun justru terjerat penipuan.
Baca Juga: Niat Bayar Pajak Kendaraan, Wanita Ini Syok Lihat Data Tilang Elektronik
"Ini perlu menjadi perhatian serius bagi kita semua," tutup Friderica.
Berita Terkait
-
Bank Modal Pas-pasan di Ujung Tanduk: Mengapa OJK Paksa KBMI I Naik Kelas atau Tutup?
-
Babak Baru Industri Kripto, DPR Ungkap Revisi UU P2SK Tegaskan Kewenangan OJK
-
FLOQ Nilai RUU P2SK Positif, Perkuat Perlindungan Konsumen Industri Kripto
-
4 Pelanggaran Tilang Elektronik yang Harus Dihindari agar STNK Tak Terblokir
-
Sering Blunder, Polri akan Evaluasi Sistem Tilang Elektronik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi
-
Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta
-
Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah
-
Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai
-
Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik
-
Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya
-
BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket
-
IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100
-
Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
-
Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram