Suara.com - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) sebagai Lead Holding BUMN Jasa Survei atau IDSurvey berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia untuk mewujudkan kemandirian bangsa.
Hal ini diwujudkan dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) bersama PT PALINDO MARINE dalam hal kerja sama pengembangan sumber daya manusia dalam bidang industri perkapalan.
Direktur Utama IDSurvey, Arisudono Soerono mengatakan MoU yang telah ditandatangi oleh kedua belah pihak mencakup ruang lingkup kerjasama seperti pertukaran informasi terkait industri perkapalan, transfer of knowledge yang dimiliki oleh kedua belah pihak.
"Ini kolaborasi di bidang operasi dan pengembangan bisnis, kegiatan survei, inspeksi, pengujian, verifikasi, sertifikasi, dan konsultansi teknis untuk mendukung pemasaran dan pengembangan bisnis di bidang industri perkapalan, serta kegiatan studi, pengembangan dan analisis desain dan struktur di bidang industri perkapalan," katanya ditulis Selasa (14/11/2023).
Dia pun menambahkan kerjasama ini dalam sambutan yang disampaikan oleh Direktur Utama IDSurvey bahwa terdapat relevansi dengan upaya kemajuan industri maritim Indonesia, terutama dalam peningkatan kualitas industri maritim dengan penggunaan komponen dalam negeri.
"Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan salah satu konsep non-tariff barrier yang dapat diusung bersama-sama dalam rangka meningkatkan daya saing industri lokal. PT BKI sebagai induk holding dalam grup IDSurvey bersama PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia siap dalam mendukung pemerintah untuk membuat industri lokal kita naik kelas,” kata Arisudono Soerono.
"Ucapan terima kasih dan apresiasi tertinggi saya sampaikan kepada PT PALINDO MARINE atas perkenan kesediaannya untuk melaksanakan MoU dengan PT BKI sebagai bentuk kerja sama dalam tema “upaya peningkatan kualitas dalam industri kapal,” ucap Arisudono Soerono.
Dalam kesempatan yang sama PT PALINDO MARINE Agus Effendi dalam sambutannya menambahkan bahwa sinergitas dan kerjasama antara berbagai pihak atau shareholder di dalam industri maritim sangat diperlukan untuk memperkuat jaringan industri dalam negeri.
“Semoga kerja sama ini bisa berlanjut dan lebih berkembang untuk kemajuan industri perkapalan dan kemaritiman, sebagai bagian upaya pembangunan nasional untuk menjadikan Indonesia poros maritim dunia,” tutup Agus Effendi.
Baca Juga: 5 Hal Tentang KRI dr Radjiman Wedyoningrat 992, Kapal RS yang Siap Bantu Gaza
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini
-
Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara
-
OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo
-
200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang
-
124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin
-
Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini