Suara.com - Direktur Utama PT Patra Jasa Putut Ariwibowo mengungkapkan kondisi bisnis perusahaan terus mengalami pemulihan. Hal ini seiring dengan keadaan ekonomi nasional yang mulai pulih pasca pandemi Covid-19.
Menurut dia, Kondisi perekonomian nasional sangat mempengaruhi bisnis Patra Jasa. Sejalan dengan pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi, semua bisnis mulai bangkit.
"Pada tahun 2022, laporan keuangan dan operasional Patra Jasa tercapai melebihi target. Hal ini menunjukkan keseriusan Perusahaan selama masa pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2022," ujar Putut yang dikutip, Sabtu (2/12/2023).
Atas kinerja bisnis itu, Direktur Utama PT Patra Jasa, Putut Ariwibowo, menerima penghargaan sebagai Outstanding Leaders in Asia dalam ajang ACES Awards. Putut menerima penghargaan secara langsung, yang digelar di Hotel Mandarin, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 24 November 2023.
Putut merupakan satu-satunya kandidat dari Indonesia yang menerima penghargaan Outstanding Leaders in Asia dalam ACES Award 2023. Penghargaan dengan kategori yang sama juga diterima pemimpin perusahaan-perusahaan dunia lainnya, seperti Gensler, MFE Formwork Technology Sdn Bhd dan Michael Page International Pte Limited APAC.
ACES Award diberikan kepada para pemimpin visioner dari berbagai industri di Asia yang telah menunjukkan kepemimpinan yang prima dan berhasil membawa Perusahaan yang dipimpin bertumbuh maksimal mencapai keunggulan-keunggulan. Para pemimpin ini menunjukkan perpaduan ideal antara ketajaman bisnis, profesionalisme, kecerdikan serta tentunya jiwa kewirausahaan yang kental.
Selama bertahun-tahun, ACES Awards telah menganugerahkan penghargaan kepada para tokoh, Perusahaan dan brand terkemuka atas kontribusi luar biasa terhadap inisiatif kepemimpinan dan keberlanjutan. Penilaian terhadap kategori Outstanding Leaders dilakukan dengan memperhatikan kinerja
Patra Jasa memiliki lini bisnis yang tersebar di hampir semua kota besar di Indonesia. Patra Jasa berkomitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, sebagaimana terbukti dari kinerja keuangan Perusahaan yang terus meningkat setiap tahun dalam lima tahun terakhir.
"Penghargaan ini tentunya diraih atas dukungan penuh Induk Perusahaan kami, PT Pertamina (Persero). Dan sesuai dengan aspirasi dan misi Patra Jasa kedepan, yaitu menjadi mitra terpercaya Pertamina dalam optimalisasi asset dan membangun bisnis yang berkesinambungan secara jangka panjang dengan menerapkan tata kelola Perusahaan yang baik, tanggung jawab sosial, dan manajemen mutu-risiko-keuangan yang tepat," kata Putut.
Baca Juga: Bocil 11 Tahun Sukses Rintis Usaha, Punya Pendapatan 140000 Kali Lipat UMR Jogja
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM