Kelompok komoditas adalah trust investasi atau entitas serupa yang melakukan perdagangan kontrak berjangka komoditas untuk keuntungan investor. CFTC mengatur penasihat perdagangan komoditas dan operator kelompok komoditas — orang-orang yang membuat keputusan perdagangan dan menjalankan kelompok, masing-masing.
Biaya manajemen dan biaya lainnya juga harus dibayarkan. Dalam kasus dana investasi berjangka komoditas yang dikelola, ada manajemen kelompok komoditas anak perusahaan yang harus dipertimbangkan serta manajemen perusahaan investasi induk.
Kesimpulannya: Diatur tidak berarti bebas risiko. Risiko dan pengembalian ETF berjangka bitcoin akan berbeda dengan risiko dan pengembalian saat membeli bitcoin di pasar spot, atau saat bertransaksi kontrak berjangka bitcoin.
Sebelum berinvestasi kripto, sebaiknya membuat rencana dulu dan memperhatikan: Apa toleransi risiko individual Anda? Berapa banyak yang bisa Anda pertaruhkan (dan berapa banyak yang bisa Anda rugikan)?
Selain itu, wajib untuk memahami kerja bursa kripto terutama cara kerja pasar spot dan berjangka, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi investasi.
Pertimbangkan bagaimana premi roll, biaya manajemen, dan biaya lainnya akan memengaruhi kinerja keseluruhan dan pahami risikonya.
Berita Terkait
-
GudangKripto Rambah Bisnis Aset Kripto di RI
-
Analisa Terhadap Dampak Persetujuan ETF BTC
-
SEC Klarifikasi Persetujuan ETF Bitcoin Spot yang Tersebar di Media Sosial
-
Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp3,1 Miliar Tahun 2025, ETF BTC Penentunya
-
Harga Bitcoin Diprediksi Mampu Tembus US$50.000, Faktor Pendukungnya Sudah Muncul
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis
-
Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan
-
YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan
-
64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman
-
IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900