Suara.com - Jika nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) ingin mengambil uang dengan nominal yang besar, metode tarik tunai adalah yang paling tepat untuk dilakukan. Khusus untuk kamu, begini cara mengambil uang dengan buku tabungan Simpedes.
Metode tarik tunai dengan membawa buku tabungan biasanya dilakukan oleh nasabah yang akan melakukan transaksi di atas Rp 5 jutaan. Sebagai catatan, nasabah akan dikenakan biaya admin Rp 10.000 untuk menyelesaikan transaksi ini.
Berbeda dari proses tarik tunai di mesin ATM, pengambilan dana secara langsung di teller BRI ini jelas saja menjamin keselamatan dan kemaanan nasabah. Hal ini yang membuat pengambilan dana dengan nominal besar sangat disarankan untuk dilakukan di kantor cabang terdekat.
Sebagai salah satu program tabungan dari BRI yang diminati, nasabah tabungan Simpedes jelas tersebar di seluruh Indonesia. Tak jarang, nasabah tabungan ini harus melakukan transaksi dengan total biaya fantastis.
Untuk memudahkan kamu dengan transaksi yang dibuat, berikut ini cara mengambil uang dengan buku tabungan Simpedes. Pastikan untuk mempersiapkan syarat-syaratnya sebelum melakukan transaksi.
Cara mengambil uang dengan buku tabungan Simpedes
- Datang ke kantor cabang BRI terdekat dari lokasimu
- Ambil nomor antrian
- Pilih form berwarna merah dan isi data yang diminta
- Tulis nominal uang yang akan kamu ambil
- Tunggu hingga nomor antrian kamu dipanggil
- Tunjukkan form bersama buku tabungan ke teller
- Teller akan langsung menyelesaikan transaksi tersebut
Berdasarkan cara mengambil uang dengan buku tabungan Simpedes ini, syarat penting yang perlu kamu perhatikan sebelu melakukan tarik tunai adalah dengan membawa buku tabungan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara