Suara.com - Selain sejumlah proyek bangunan, Presiden Joko Widodo juga meresmikan Radio Republik Indonesia (RRI) Ibu Kota Nusantara (IKN). Studio RRI IKN yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK).
Presiden Jokowi bahkan berkenan didaulat menjadi narasumber perdana RRI IKN. Saat siaran di frekuensi FM 98,3 mhz itu, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, Kepala Badan Otorita IKN (OIKN) Bambang Susantono, dan Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo.
"Hari ini Presiden Joko Widodo melakukan kick-off peresmian siaran perdana Radio Republik Indonesia (RRI) Ibu Kota Nusantara (IKN) 98,3 MHz. Sebagai sebuah radio Republik Indonesia maka RRI IKN ini bertugas untuk menyuarakan apa yang terjadi di IKN, termasuk proses-proses kemajuan pembangunannya," kata Menkominfo usai mendampingi Presiden Jokowi dalam siaran perdana RRI IKN di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, ditulis Kamis (18/1/2024).
Menurut Menkominfo, Bapak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa tolong terus di komunikasikan apa yang sudah dicapai dalam pembangunan IKN.
"Kita mengharapkan pembangunan IKN ini bisa menjadi warisan bagi generasi ke depan terutama buat bangsa Indonesia karena ini bukan pekerjaan mudah dalam memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke daerah yang luar biasa potensinya," ujar Menkominfo.
Menkominfo menambahkan, membangun sebuah kota baru tidak bisa dalam waktu yang sebentar, perlu waktu 10-20 tahun.
"Tapi kan progresnya kita bisa lihat, ternyata juga banyak minat dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di IKN ini," kata Budi Arie Setiadi.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan kebahagiannya atas pendirian studio RRI di IKN, menganggapnya sebagai langkah penting untuk menyampaikan berita perkembangan pembangunan IKN kepada seluruh masyarakat Indonesia.
"Saya sangat senang ada studio RRI di Ibu Kota Nusantara. Ini akan dapat menginformasikan, menyampaikan berita-berita seputar perkembangan di Ibu kota Nusantara," ujar Presiden dalam wawancaranya bersama RRI dari Studio Mini RRI di IKN, Kalimantan Timur.
Baca Juga: PUPR Jelaskan Tujuan Pembangunan Memorial Park di IKN
Presiden Jokowi juga membagikan kabar bahwa baru-baru ini ia meletakkan batu pertama untuk hotel keenam di IKN.
“Ini sudah ada hotel yang ke-6 yang groundbreaking, juga ada rumah sakit. Rumah sakit ada lima, kemudian fasilitas-fasilitas lainnya juga sudah mulai dibangun,” kata Presiden.
Jokowi pun mengutarakan dengan optimisme dan berharap bahwa pada 17 Agustus 2024 mendatang dapat menggelar upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri