Suara.com - Pengamat sosial dari Institut Pertanian Bogor, Sofyan Sjaf, menyarankan agar keputusan terkait pemanfaatan dana desa sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan warga desa untuk mencapai tingkat optimal.
"Dana desa seharusnya diberikan sepenuhnya pada desa melalui proses Musyawarah Desa (Musdes)," ungkap Sofyan melalui pesan singkat kepada ANTARA di Jakarta pada hari Senin.
Ia memberikan tanggapan terkait pembahasan mengenai dana desa dalam debat calon wakil presiden pada malam Minggu (21/1/2024).
Sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia di Institut Pertanian Bogor, Sofyan menyatakan bahwa desa hingga saat ini belum dapat mengelola dana desa secara mandiri karena intervensi pemerintah dalam penggunaan dana tersebut dianggap terlalu besar.
Menurutnya, hal tersebut menyebabkan penyaluran dana desa belum dapat secara signifikan meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan perekonomian di desa.
Untuk mengoptimalkan manfaat dana desa guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di desa, ia berpendapat bahwa pengelolaan dana desa seharusnya sepenuhnya diserahkan kepada pihak desa.
"Yang perlu diawasi adalah metode dan mekanisme dalam merumuskan program desa yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa," ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pola pendampingan juga harus diterapkan dalam menetapkan arah penggunaan dana desa.
Pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp71 triliun untuk dana desa pada tahun 2024.
Baca Juga: Sentimen Netizen: Cak Imin Menang Debat, Gibran Kalah
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.146 tahun 2023 mengenai pengalokasian, penyaluran, dan penggunaan dana desa tahun anggaran 2024, alokasi dana desa untuk setiap desa melibatkan alokasi dasar, alokasi afirmasi, alokasi kinerja, alokasi formula, dan tambahan dana desa sebagai bentuk insentif.
Alokasi dasar dana desa untuk setiap desa akan ditentukan berdasarkan jumlah penduduk desa, dan menurut peraturan tersebut, kisaran nilai alokasi dasar tersebut adalah antara Rp418,9 juta hingga Rp796,02 juta.
Dalam debat calon wakil presiden pada Minggu (21/1) malam, calon wakil presiden nomor urut satu Muhaimin Iskandar menjanjikan kenaikan alokasi dana desa menjadi Rp5 miliar per desa untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan perekonomian desa.
Calon wakil presiden nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka juga menjanjikan peningkatan alokasi dana desa karena menilai penyaluran dana desa telah berhasil mengurangi jumlah desa tertinggal serta memperbanyak desa berkembang dan mandiri.
Berita Terkait
-
Pakar Sebut Cak Imin Punya Emosi yang Baik Meski Diserang Gibran, Tapi Masih Terlihat Gugup
-
Dianggap Bela Gibran Ugal-ugalan, Tsamara Amany Panen Hujatan
-
Respons Publik Ikut Malu Lihat Performa Gibran di Debat Cawapres: Pengin Gue Tarik dari Podium!
-
Gibran Diyakini Tak Asal Pilih, Jaket Naruto Ternyata Mengandung Pesan Dalam
-
Sentimen Netizen: Cak Imin Menang Debat, Gibran Kalah
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sumsel, Segini Potensinya
-
Lowongan Kerja Hotel Trans, Ini Jadwal Walk-In Interview Januari 2026
-
Profil Mukhtara Air, Maskapai Baru dari Madinah Arab Saudi
-
Daya Beli Masyarakat Turun, Menkeu Purbaya Pede Pertumbuhan Capai 5,2 Persen
-
Kemenperin Siapkan Skema Pemulihan IKM Terdampak Bencana di Sumatera dan Aceh
-
IHSG Dua Hari Melejit Hingga Tembus Level 8.900, Apa Pemicunya?
-
Kemenkeu Klaim Ekonomi Indonesia Akhir 2025 Tetap Tangguh, Ini Buktinya
-
Emiten Jual Beli Besi Kapal Bekas (OPMS) Berencana Tambah 16 Lini Usaha Baru
-
Harga Saham DEWA Meroket Hari Ini, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Kemenhub Bekukan Izin Operasional Cahaya Trans Buntut Kecelakaan Maut di Exit Tol Krapyak