Pertama, Himpunan Pengusaha Air Minum (Hipam) yang menyediakan akses air bersih kepada warga desa. Kedua, unit pertokoan yang menawarkan berbagai produk dan jasa bagi warga.
Ketiga, unit simpan pinjam yang melayani permodalan untuk warga pelaku usaha kecil. Keempat, unit pariwisata yang membantu pengelolaan potensi wisata desa. Kelima, unit pengelolaan sampah yang menawarkan solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Terakhir, layanan AgenBRILink yang membantu warga desa dalam mengakses berbagai layanan perbankan.
AgenBRILink merupakan layanan perbankan tanpa kantor yang diinisiasi oleh BRI. Dalam implementasinya, BRI menggandeng nasabah sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan kepada masyarakat yang tidak memiliki rekening bank. Dari tiap transaksi, agen mendapatkan bagi hasil dari BRI.
Transaksi perbankan yang diakomodasi AgenBRILink meliputi transfer, setor atau tarik tunai. Selain itu, layanan ini juga bisa memfasilitasi transaksi keuangan lain, seperti bayar tagihan listrik, iuran BPJS Kesehatan, angsuran kredit, serta pembelian pulsa.
Di Desa Sukomulyo, BUMDes Maju Makmur Sejahtera Global Sukomulyo berperan sebagai AgenBRILink. Subiyanto berkata, warga sangat terbantu dengan kehadiran produk keuangan digital BRI ini.
“Mereka dapat melakukan transaksi tanpa harus berdiri di antrean bank sehingga memungkinkan penggunaan waktu dan pertimbangan kebutuhan secara efisien,” katanya.
Pemanfaatan produk digital BRI
Selain AgenBRILink, Desa Sukomulyo juga memanfaatkan layanan keuangan digital BRI lain. Salah satunya adalah BRImo. Supperapps BRI ini digunakan oleh warga untuk kebutuhan transaksi perbankan dan keuangan secara umum, seperti transfer, bayar tagihan, dan isi ulang saldo dompet digital.
Baca Juga: Tatap Pekan Ke-24 Liga, Thomas Doll Puji Kondisi Fisik Pemain Persija
Manfaat lain yang dirasakan dari penggunaan BRImo adalah kemudahan dalam melakukan pembayaran yang menggunakan metode pindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)
Dengan BRImo, pengguna cukup memindai kode QRIS untuk menyelesaikan transaksi.
Warga Desa Sukimulyo pun meminati metode pembayaran tersebut karena praktis. Sementara, dari sisi pelaku usaha, metode tersebut aman dan terdata dengan baik sehingga membantu pelaku usaha dalam mengelola transaksi penjualannya.
Bagi pelaku usaha yang sudah tergabung dengan BRI Merchant, transaksi melalui QRIS sudah terkoneksi melalui aplikasi BRImerchant yang dapat diunduh di PlayStore.
Subiyanto mengatakan, keberadaan produk keuangan digital BRI di Desa Sukomulyo memberikan dampak positif terhadap inklusi keuangan dan ekonomi desa.
Akses yang lebih baik terhadap jasa keuangan pun dapat mendorong masyarakat desa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam perekonomian dan mengembangkan usaha kecil dan menengah.
Desa Sukomulyo dapat mengembangkan rencana ke depan untuk meningkatkan dampak positif tersebut, seperti dengan memberikan pendidikan keuangan, pelatihan penggunaan produk digital, dan kolaborasi dengan masyarakat sekitar.
“Pemanfaatan produk keuangan digital BRI oleh warga Desa Sukomulyo menjamin transaksi perbankan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien,” ucapnya.
Ia juga berharap, ke depan, pemerintah melalui sektor perbankan bisa memberikan dukungan yang kuat bagi desa-desa di Indonesia. Dukungan yang diharapkan di antaranya adalah pengembangan infrastruktur, pelatihan keterampilan, dan pendanaan usaha kecil.
“Dengan begitu, masyarakat desa dapat meningkatkan taraf hidup dan menciptakan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Desa mana pun di Indonesia bisa mengikuti program Desa BRILiaN. Jangan ragu untuk mengikuti program tersebut agar potensi desa Anda bisa dikembangkan.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai program Desa BRILiaN, segera kunjungi atau hubungi kantor BRI Unit atau Mantri BRI Unit di desa Anda.
Berita Terkait
-
Investasi SBN Ritel di BRImo, Jurus Mudah dan Praktis Membangun Masa Depan
-
BRI Liga 1: Hadapi Bali United, Pelatih Persik Kediri Siapkan Strategi Khusus
-
Jelang Lawan PSIS Semarang, Paul Munster Tak Hiraukan Statistik Buruk Persebaya
-
BRI Liga 1: Jelang Jamu PSIS Semarang, Pelatih Persebaya Surabaya Minta Dukungan Bonek Mania
-
BRI Liga 1: Hadapi Madura United, Persis Solo Dilanda Badai Cedera Pemain
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya
-
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
-
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
-
70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
-
Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
-
IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor
-
Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi
-
Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang