- IHSG ditutup menguat 0,21 persen ke level 5.885,70 pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Penguatan indeks didorong kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik meskipun terdapat guncangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.
- Sektor energi dan komoditas menjadi penggerak utama pasar, sementara sektor perbankan dan otomotif mengalami tekanan jual pada sesi pertama.
Suara.com - Pasar modal Indonesia menunjukkan daya tahan tinggi di tengah guncangan geopolitik global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membalikkan keadaan dengan bergerak ke zona hijau pada penutupan paruh pertama perdagangan, Kamis (9/7/2026).
Kepercayaan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi domestik yang kokoh menjadi katalis utama yang meredam sentimen negatif dari Timur Tengah.
Menutup sesi pertama, indeks acuan nasional tersebut menguat tipis 12,32 poin atau setara 0,21 persen ke posisi 5.885,70. Sepanjang paruh waktu tersebut, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5,904,39 setelah dibuka pada batas bawah harian di 5,839,67.
Apresiasi yang dibukukan bursa domestik ini terbilang menarik lantaran terjadi saat pasar saham regional Asia bergerak volatil.
Berdasarkan ulasan dari Pilarmas Investindo Sekuritas, kecemasan investor global memuncak setelah konfirmasi serangan udara susulan oleh militer Amerika Serikat ke basis pertahanan Iran.
Teheran pun langsung merespons dengan ancaman balasan berskala besar terhadap aset-aset militer Washington di kawasan tersebut.
Ketegangan bersenjata ini langsung mengerek harga minyak mentah Brent ke level 78,83 dolar AS per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terkait potensi lonjakan inflasi global, yang berisiko memaksa bank-bank sentral dunia mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di sisi lain, investor juga tengah mencermati dinamika moneter dari Negeri Paman Sam. Dokumen risalah pertemuan bank sentral AS (The Fed) bulan Juni mengindikasikan mayoritas pejabat mulai menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga secara agresif.
Kendati demikian, pasar masih mengantisipasi setidaknya satu kali penyesuaian suku bunga acuan menjelang pengujung tahun 2026.
Baca Juga: BBCA Diborong, BMRI Dilepas Asing Saat IHSG Ditutup Menguat
Fokus perhatian kini beralih pada rilis data klaim pengangguran dan angka penjualan residensial di AS sebagai kompas arah kebijakan berikutnya.
Saham Paling Banyak Diborong dan Dijual
Aktivitas perdagangan di lantai bursa sepanjang sesi pertama mencatatkan volume transaksi mencapai 16,67 miliar lembar saham.
Akumulasi nilai transaksi menembus Rp6,72 triliun, di mana pasar reguler mendominasi sebesar Rp5,66 triliun dan pasar negosiasi membukukan Rp1,06 triliun. Bersamaan dengan itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertengger di posisi Rp18.079.
Dari lini sektoral, saham-saham berbasis komoditas dan energi tampil sebagai penggerak utama (leading movers) yang menjaga indeks tetap di zona hijau.
Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,99 persen ke level Rp3.450, disusul oleh Bumi Resources (BUMI) yang melonjak 5,15 persen ke Rp143, serta Bumi Resources Minerals (BRMS) yang menguat 4,20 persen ke posisi Rp496. Emiten lain seperti VKTR dan Bank Mandiri (BMRI) juga turut menyumbang poin penting bagi indeks.
Sebaliknya, tekanan jual melanda sektor perbankan berkapitalisasi besar dan otomotif yang berperan sebagai penahan laju indeks (lagging movers). Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terkoreksi 1,08 persen ke Rp2,760, Astra International (ASII) melemah 1,64 persen ke Rp4.810, dan Bank Central Asia (BBCA) turun tipis 0,40 persen ke posisi Rp6.150.
Untuk jajaran saham yang mencatatkan keuntungan tertinggi (top gainers), JELI berada di posisi teratas dengan lonjakan mencapai 24,91 persen ke Rp1,755, diikuti oleh JAST yang melesat 22,08 persen. Sementara itu, kelompok saham yang berkinerja paling anjlok (top losers) dipimpin oleh JECX yang merosot hingga 14,87 persen ke level Rp1.660.
Berita Terkait
-
Cheers..! Happy Hapsoro Suami Puan Maharani Borong Saham Emiten Diskotik SCBD
-
Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?
-
IHSG Terkoreksi di Tengah Isu Turun Kelas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
-
IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut
-
Rupiah Kembali Rp18.000, Mata Uang RI Melemah Akibat Kasta IHSG Turun?
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi
-
Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang
-
Cheers..! Happy Hapsoro Suami Puan Maharani Borong Saham Emiten Diskotik SCBD
-
Daftar Harga Pangan Terbaru: Cabai Rawit Paling Mahal!
-
Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3
-
Pos Indonesia Tingkatkan Pemahaman Tata Kelola Perusahaan dan Mitigasi Risiko Hukum
-
Kapal Tanker Pertamina Lolos, Selat Hormuz Dipastikan Aman?
-
Susul Gamsunoro, Kapal Pertamina Pride Lolos dari Selat Hormuz, Langsung Menuju Cilacap
-
Dengan BRI KPR Take Over, Anda Bisa Miliki Sejumlah Keuntungan, Yuk Cek di Sini!
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Anjlok Semua, Ikutan Tren Global