Suara.com - Masyarakat perlu menyiapkan uang lebih mulai dari sekarang, sebab harga BBM di Indonesia terancam alami kenaikan. Hal ini setelah tren kenaikan harga minyak mentah dunia masih berlanjut.
Imbas tren kenaikan minyak mentah dunia itu akan mempengaruhi harga jual BBM khususnya non subsidi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia ini disebabkan oleh konflik di Timur Tengah yang masih terus memanas yang membuat arus logistik minyak mentah dunia terganggu.
Sehingga, atas kondisi itu, terdapat sinyal adanya kenaikan harga BBM non subsidi.
Baca Juga
Serbu! Kementerian BUMN Gelar Mudik Gratis Lagi, Kuotanya 80.000 Orang
"Karena intensitas Timur Tengah masih tinggi karena mengganggu logistik jadi akhirnya terpengaruh. Jadi memang perlu dicermati, saya setuju (harga BBM naik) karena harga minyak cenderung naik terus," ujarnya di Jakarta seperti yang dikutip, Kamis (22/2/2024).
Sebagai informasi, Harga minyak mentah berjangka masih terus naik pada hari Rabu. Tidak hanya karena konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dunia ini imbas dari penahanan suku bunga acuan AS oleh Federak Reserve.
Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (22/2/2024), Harga Minyak West Texas Intermediate naik 87 sen, atau 1,13 persen, menjadi USD 77,91 per barel.
Sedangkam, harga minyak mentah dunia Brent berjangka bulan April bertambah 69 sen, atau 0,84%, menjadi USD 83,03 per barel.
Baca Juga: ESDM: Kenaikan Pajak BBM 10% di DKI Jakarta Mencekik Para Pengusaha
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat