Suara.com - Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan mengonfirmasi bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Malaysia untuk melanjutkan perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) bilateral yang telah terhenti sejak 2019.
Menteri Perdagangan Korea Selatan, Cheong In-kyo, bersama dengan Menteri Perdagangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz, menyampaikan kabar ini dalam pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurut pernyataan dari Kementerian Perdagangan Korea Selatan di Seoul pada hari Selasa (26/3/2024) yang dikutip via Antara, kedua negara juga telah setuju untuk memperluas cakupan perjanjian perdagangan bebas bilateral tersebut. Bidang-bidang baru yang diharapkan akan termasuk dalam perjanjian ini antara lain jasa, investasi, digital, dan bioteknologi.
Pada tahun 2019, kedua negara sebelumnya telah berkomitmen untuk mencapai FTA bilateral, namun negosiasi terhenti setelah tiga putaran pembicaraan pada tahun yang sama. Malaysia adalah mitra dagang terbesar ketiga bagi Korea Selatan di kawasan Asia Tenggara.
Korea Selatan telah menjalin Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan ASEAN, tetapi negara tersebut sedang berusaha untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan masing-masing anggota ASEAN melalui perjanjian perdagangan bebas yang terpisah.
Menurut kementerian tersebut, "Dikarenakan kedua belah pihak memiliki portofolio perdagangan yang saling menguntungkan, FTA akan secara signifikan memperkuat dasar perdagangan dan investasi Korea Selatan di wilayah ASEAN."
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, kedua negara telah setuju untuk membuka saluran dialog baru antara menteri perdagangan dengan tujuan untuk merangsang kerja sama ekonomi bilateral serta meningkatkan hubungan yang lebih erat dalam rantai pasokan dan sektor-sektor industri baru.
Berita Terkait
-
Viral! Guru Jalin Hubungan Tabu dengan Murid: Bekas Ciuman di Leher Jadi Bukti
-
Bercanda dengan Teman Kantor, Tangan Wanita Malaysia Ini Nyangkut Digagang Pintu
-
4 Unsur dalam 'Exhuma' Ini Membuatnya Jadi Film Horor Tak Biasa, Apa Saja?
-
Pertama Kali dalam 7 Tahun, Timnas Indonesia di Ambang Salip Malaysia di Ranking FIFA
-
Buktikan Kualitas, Film Exhuma Diundang ke Brussels International Fantastic Film Festival
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%