- Penanaman melibatkan masyarakat lokal dan nasabah PNM sebagai bentuk gerakan kolektif dan pemberdayaan.
- Program ini diharapkan meningkatkan kualitas udara, memulihkan ekosistem, serta memberi perlindungan alami dari banjir dan abrasi.
- PNM menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Suara.com - Penanaman pohon menjadi kebutuhan mendesak untuk memulihkan lingkungan di tengah meningkatnya emisi karbon, degradasi lahan, dan risiko bencana seperti banjir serta abrasi. Pohon berperan menstabilkan tanah, menyerap CO, menjaga ketersediaan air, dan mendukung keanekaragaman hayati. Selain manfaat ekologis, pohon juga memberi nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, penghijauan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Sejak tahun 1993, Pemerintah Indonesia menetapkan 10 Januari sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon.
Berangkat dari fakta tersebut dan sebagai wujud komitmen dalam mendukung program penghijauan nasional, termasuk mendukung Gerakan Nasional Penanaman Satu Miliar Pohon (GNP-SMP), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperluas aksi nyata melalui program PNM Hijaukan Negeri. Hingga Desember 2025, PNM telah menanam total 374.839 pohon yang berpotensi menyerap lebih dari 8.900 ton CO. Capaian ini merupakan kombinasi dari 287.761 pohon yang ditanam di 67 titik sepanjang 2024 serta 87.078 pohon tambahan selama 2025. Langkah ini selaras dengan tujuan GNP-SMP dalam meningkatkan tutupan vegetasi nasional dan memulihkan lahan kritis untuk menekan dampak perubahan iklim.
PNM memilih jenis pohon yang disesuaikan dengan karakteristik ekologi tiap wilayah, mulai dari mangrove dan cemara laut untuk pesisir, rambai dan jelutung rawa untuk lahan basah, hingga glodokan, trembesi, tabebuya, jambu mete, dan akar wangi untuk ruang publik. Di samping itu, pohon produktif seperti mangga, alpukat, durian, pala, kakao, dan kopi juga ditanam untuk memberi nilai tambah ekonomi bagi warga, sebagaimana semangat GNP-SMP yang turut mendorong keterlibatan masyarakat.
Kegiatan penanaman dilaksanakan bersama masyarakat lokal dan nasabah PNM, menjadikannya sebagai gerakan kolektif yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman beragam jenis pohon konservasi dan produktif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara, memperbaiki ekosistem pesisir, serta menyediakan perlindungan alami dari banjir dan abrasi.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari visi pemberdayaan PNM. “Kami meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Melalui PNM Hijaukan Negeri, kami ingin memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus bagi ekosistem yang menopang kehidupan,” ujarnya. Melalui kontribusi ini, PNM tidak hanya mendukung keberhasilan GNP-SMP dan peringati Hari Gerakan Satu Juta Pohon, tetapi juga berperan aktif dalam pencapaian Sustainability Development Goals (SDG) 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) untuk mendorong terciptanya bumi pertiwi yang lebih asri dan berkelanjutan.***
Berita Terkait
-
Dari Akses hingga Pendampingan, Peran PNM Dukung Ekonomi Keluarga Prasejahtera
-
Menjangkau yang Tak Terjangkau: Pelayanan Sepenuh Hati PNM untuk Kelompok Subsisten
-
Survei Mekaar Perlihatkan Dampak Nyata Pemberdayaan Keberlanjutan PNM untuk Masyarakat Prasejahtera
-
Semangat PNM Perkuat Komitmen Pelayanan Berbasis Customer Experience di 2026
-
PNM Kembali Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan & Perkuat Proses Bangkit Pasca Bencana
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
Terkini
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global