Suara.com - Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Bocimi) Seksi 2 Cigombong-Cibadak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Agustus 2023 lalu. Baru seumur jagung diresmikan, jalan tol tersebut mengalami longsor di kilometer 64, Rabu (3/4/2024).
Diketahui pembangunan tersebut sudah menelan anggaran sebesar Rp3,2 triliun dengan panjang jalan tol mencapai 11,9 kilometer.
Sebelumnya PT Waskita memegang jalannya proyek Tol Bocimi. Tetapi proyek itu rencananya tak ada lagi dalam genggaman Waskita Karya lantaran persoalan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang tertunda.
Ingar-bingar kelanjutan pembangunan tol Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat dan Seksi 4 Sukabumi Barat-Sukabumi Timur, rencananya akan dialihkan ke PT Hutama Karya (Persero).
Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto membenarkan rencana tersebut yang merupakan program dari pemerintah.
“PMN yang akan digunakan Hutama Karya Rp12,5 Triliun. Rencana awal, ya, Hutama Karya diminta menyelesaikan Bocimi Seksi 3 dan Jalan Tol Kapalbetung-Palembang,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Budi menegaskan, tak ada pengambilan saham dari PT Waskita. Begitu pula PT Hutama Karya yang hanya melanjutkan proyek jalan tol Bocimi.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hendy Rahardian menuturkan, pengambilalihan proyek Tol Bocimi dilakukan lewat aksi korporasi Waskita Karya dengan Hutama Karya.
Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra Atmawidjaja mengatakan perlunya Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sebagai bentuk penegasan ambil alih jalan tol Bocimi dari PT Waskita ke PT Hutama Karya.
Baca Juga: Longsor Tol Bocimi Menambah Panjang Daftar Kecelakaan Kerja di Proyek Waskita Karya
PPJT yang baru, lanjut Endra, memasukkan investasi murni dari PT Waskita sebagai pengingat jalan tol Bocimi pernah digarap proyeknya oleh mereka. Persoalan keuangan Waskita, diakui Endra membuat proyek tersebut berat dilakukan investasi jangka panjang.
Endra mengungkapkan Hutama Karya dipilih untuk rencana ambil alih karena mulai tidak ada hilal selesainya proyek jalan tol Bocimi. Dengan kata lain, rencana tersebut diambil supaya pembangunan terus berlanjut dan selesai. (Syifa Nur Layla)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z