Suara.com - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai dapat mengungguli benchmark pasar atau saham sejenis di industrinya, sehingga JP Morgan menaikkan peringkatnya menjadi Overweight. Sebelumnya, saham BBRI berperingkat Neutral.
Pada riset JP Morgan dari Harsh Wardhan Modi, yang dipublikasikan Selasa (7/5/2024) disebutkan beberapa keunggulan. Bank BRI merupakan perbankan unggulan nomor satu dalam hal pemberian pinjaman bersifat mikro di Indonesia, yang memiliki pinjaman mikro mencapai ~50% dari keseluruhan pinjamannya. Bank BRI disebut pula merupakan salah satu bisnis pemberian pinjaman mikro yang paling efisien di sepanjang siklus.
JP Morgan menilai, Bank BRI unggul dalam proses efisiensi dan cepat tanggap dalam hal pergeseran fundamental ekonomi keseluruhan. Hal ini dinilai dalam pergerakannya yang cepat dalam meningkatkan jangkauan kendali petugas kredit dalam prosesnya di lapangan.
Tercatat terdapat 519 peminjam per-petugas kredit pada Desember 2023, sementara pada Desember 2019, terdapat 375 peminjam per petugas kredit. Keunggulan ini disebabkan karena peningkatan kemudahan dalam akses perbankan digital untuk pelanggan, agen, dan karyawan bank.
Walaupun Bank BRI sedang menghadapi guncangan gerak harga saham, yang melemah 23% dalam 1 bulan perdagangan, dibandingkan dengan -3,5% untuk IHSG, JP Morgan melihat peluang potensial yang menciptakan titik masuk (Entry) saham BBRI yang menarik.
“Saham BBRI diperdagangkan dengan P/E 2024E/25E sebesar 11,9x//10,1x, yang berada di batas bawah kisaran pasca–Covid 19. Ini setelah revisi konsensus dan pemotongan panduan,” demikian salah satu kutipannya.
Dalam bursa perdagangan BEI, Selasa (7/5/2024) jeda Sesi I, harga saham BBRI sedang melemah 70 poin atau setara dengan pelemahan 1,46% ke level Rp4.720/saham. Tren turun terjadi usai melibatkan sebanyak 130,54 juta saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp618,52 miliar. Dengan pencapaian tersebut, saham BBRI mengakumulasi penurunan mencapai 17,55% di sepanjang tahun berjalan 2024.
Walau terjadi hal demikian, para analis masih merekomendasikan Buy, Beli saham BBRI berdasarkan konsensus Bloomberg, dan hanya satu analis rekomendasikan Hold, dan tidak ada satupun yang merekomendasikan Sell. Konsensus Bloomberg menghasilkan target harga potensial Rp6.653/saham untuk 12 bulan ke depan.
Analis Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, memberikan rekomendasi Buy dengan target harga Rp6.770/saham, sedangkan, Erni Marsella Siahaan, analis Ciptadana Sekuritas memberikan rekomendasi Buy, Beli saham BBRI dengan target harga Rp7.000/saham.
Baca Juga: Saham BBRI Terlalu Murah untuk Dilewatkan, Saatnya Beli?
Berita Terkait
-
BRI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terpancing Isu Uang Hilang di Sosial Media, Ini Fakta-Faktanya!
-
BRI dan E9pay Perkuat Layanan Finansial untuk Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan
-
Beri Apresiasi, BRI Serahkan Mobil dan Logam Mulia kepada Pemenang Program Super AgenBRILink
-
Joyflight City Tour Jadi Daya Tarik Heli Expo Asia 2024, Segini Harga Tiketnya
-
Beredar Video Hoax Uang Hilang, Pengamat: Tak Perlu Khawatir, Sebut Menabung di Bank Sangat Aman
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Tebar Kebaikan Sesama, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia
-
BRI Siapkan 175 Bus Gratis bagi Pemudik Lebaran 2026, Pastikan Mudik Lancar dan Aman
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Kementerian ESDM: Pengujian B50 Diprediksi Rampung Maret Ini
-
DPR Sepakat Tunjuk Friderica Widyasari Sari Jadi Ketua DK OJK
-
PLTS Terapung Karangkates Siap Pasok Listrik 100 Ribu Rumah
-
Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?
-
OJK: Pasar Saham Domestik Stabil, Asing Masih Beli
-
PLN Salurkan Sambung Listrik Gratis untuk 2.533 Keluarga Prasejahtera Lewat Donasi Pegawai
-
Menko Pangan: Kopdes Merah Putih Tak Akan Batasi Perkembangan Ritel Modern