Suara.com - Saham emiten Bank BRI atau BBRI belakangan menjadi saham yang undervalued atau tergolong murah. Saat artikel ini ditulis, harga saham BBRI berkisar Rp4740. Padahal, harga target atau target price rata – rata saham BBRI berada di level Rp6.165 atau memiliki potensi kenaikan lebih dari 20 persen.
Jika demikian, apakah ini waktu yang tepat untuk mengoleksi saham BBRI sebagai instrumen investasi? Laporan sementara menyebutkan bahwa BBRI berkinerja apik di pasar saham. Bank pelat merah tersebut berhasil mencatatkan kinerja positif dengan mencetak laba Rp29,14 triliun atau naik 18,7% yo pada akhir 2023 lalu. Perolehan laba dipengaruhi oleh pendapatan bunga bersih yang naik 1,43% menjadi Rp65,54 triliun pada semester I tahun lalu.
Kendati peningkatan laba juga ikut meningkatkan beban bunga dalam enam bulan pertama awal tahun lalu, BRI kembali menorehkan catatan emas dalam hal penyaluran kredit. Di semester pertama 2023 saja, bank pelat merah yang menjadi jujugan kredit usaha rakyat (KUR) ini berhasil menyalurkan kredit lebih dari Rp1.202 triliun atau lima persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Nyaris separuh dari total kredit itu disalurkan untuk kredit mikro. Tidak heran jika total kontribusi kredit UMKM terhadap portofolio saham BRI mencapai 84 persen atau sekitar Rp1.000 triliun.
Kemudian, pascapublikasi Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2024, harga saham BBRI terpantau mengalami koreksi signifikan. Dengan mempertimbangkan respon pasar tersebut, BRI kembali melakukan proses buyback saham BBRI.
Seperti diketahui, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 13 Maret 2023 lalu, BRI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham BBRI maksimum sebesar Rp1,5 triliun yang prosesnya dilaksanakan dalam kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya buyback lewat RUPST.
Terkait hal tersebut, Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan pihaknya melakukan buyback untuk memberikan sinyal bahwa kondisi Perusahaan jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang dipersepsikan market.
Sementara itu, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu R.K, menyampaikan bahwa fokus manajemen adalah memastikan Perusahaan dapat tumbuh dengan lebih baik dan lebih sehat dalam jangka panjang, meskipun itu memerlukan koreksi-koreksi kecil di perjalanan jangka pendek. “Bagi long-term shareholders, penyempurnaan dan perbaikan yang kami lakukan saat ini, seharusnya memberikan benefit lebih tinggi”, tambahnya.
Desclaimer: Redaksi Suara.com tidak memberikan saran atau mengajak pembaca untuk membeli saham tertentu. Keputusan untuk melakukan investasi saham sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Baca Juga: Nikmati Promo Menarik Perawatan Rambut di Johnny Andrean Khusus Nasabah BRI!
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Promo Belanja di Shopee Pakai BRI Virtual Debit, Tanpa Minimal Transaksi!
-
Indeks Bisnis UMKM BRI Triwulan I 2024: Ekspansi Bisnis UMKM Masih Melambat, Namun Tetap Prospektif
-
Ini Dia Tips Menurut Kredit BRIguna yang Bisa Bantu Kamu Menjaga Kebugaran Tubuh
-
Mudah dan Praktis: Transaksi Uang Asing Kapanpun dan Dimanapun dengan BRItAma Valas!
-
Nikmati Promo Menarik Perawatan Rambut di Johnny Andrean Khusus Nasabah BRI!
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
Terkini
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Sektor Retail dan Marketplace Jadi Andalan
-
Panduan Cara Ganti Kartu Debit ATM BRI, BNI, dan Mandiri Kedaluwarsa
-
Biaya Perpanjang Pajak Motor Online, Udpate Tahun 2026
-
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru
-
Rupiah Masih Menguat, Dolar AS Lesu ke Level Rp16.862
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi! Kompak Meroket Berturut-turut
-
Emas Antam Terus Meroket, Harganya Kini Rp 2.675.000/Gram
-
IHSG Masih Betah di Level 9.000 pada Awal Perdagangan Jelang Libur Panjang