Suara.com - Pemerintah meminta dana CSR perusahaan jangan asal-asalan digelontorkan hanya untuk pemberdayaan suatu wilayah saja. Akan tetapi, juga bisa digunakan untuk menciptakan ekonomi hijau.
Hal ini dilakukan agar bisa mewujudkan Indonesia emas yang ditargetkan bisa tercapai pada tahun 2045.
Kepala Pusat Kebijakan Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Muhammad Ahdiyar Syahrony mengatakan, memang untuk menuju Indonesia Emas, perlu adanya inovasi di bidang Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mewujudkan Ekonomi Hijau.
"Salah satunya transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau, sehingga dapat berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan di Indonesia, dalam mengejar Indonesia Emas 2045," ujarnya, yang dikutip, Rabu (8/5/2024).
Sementara, Direktur Pendanaan Bilateral Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Rd Siliwanti mengatakan, dana CSR harus dioptimalisasi untuk kepentingan pembangunan nasional.
"Dalam Strategi Pendanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025 - 2045 ada pembiayaan inovatif, salah satunya dana CSR perusahaan yang perlu kita optimalisasi sebagai peran pembangunan nasional," jelas dia.
Adapun The Iconomics menggelar Ajang penghargaan Indonesia 50 Best CSR Summit 2024, bertemakan CSR Activity Awareness and CSR Image. Acara tersebut bertujuan untuk mendukung berbagai inovasi dan terobosan, yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pada kegiatan CSR.
Indikator penilaian yang diberikan kepada penerima awards meliputi jumlah kumulatif kegiatan perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR, termasuk aspek lingkungan, sosial, ekonomi, kesehatan, iklim dan pendidikan. Tahap penilaian selanjutnya adalah kualitas implementasi yang dilihat dari standard implementation, sustainability implementation, innovative implementation dan impact.
Di ajang tersebut, PT Kideco Jaya Agung (Kideco) anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, meraih Indonesia Best CSR in Mining Sector.
Baca Juga: Berikut Ini Langkah Strategis BPJS Kesehatan Menuju Indonesia Maju 2045
Chief Operation Officer Kideco, Edra Emilza menyebut, perseron akan berkomitmen membuat program-program CSR yang berkelanjutan.
"Penghargaan ini akan menjadi penyemangat Kideco dalam membuat program-program CSR yang berkelanjutan, serta dapat menginspirasi perusahaan lainnya dalam pembuatan program CSR yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?