"Kita beli nggak sampai Rp 5 miliar. Istilahnya nebus di pegadaian. 1 Juli kemarin nggak punya pemain sama sekali. Aset yang nggak keurus kita poles lagi," ungkap Mirwan Suwarso, perwakilan Mola TV yang merupakan usaha milik Djarum.
Meski sempat dinyatakan bangkrut dan berada di level bawah kompetisi Liga Italia, kini Como 1907 resmi promosi ke kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A, pada musim depan. Tim asuhan Osian Roberts tersebut dipastikan akan tampil di kasta tertinggi setelah meraih hasil imbang di laga pamungkas.
3. Bakrie Group
Perusahaan raksasa asal Indonesia, Bakrie Group menjadi salah satu pemilik klub sepakbola asal Australia, bernama Brisbane Roar. Klub yang berbasis di Queensland tersebut dikuasai oleh Bakrie Group sejak Oktober 2011 silan, yang saat dibeli sebesar 70 persen saham klub.
Sementara pada Februari 2012, Bakrie Group mengakuisisi sebesar 30 persen saham yang tersisa. Hal ini lantas menjadikam mereka pemilik klub bola Brisbane Roar sepenuhnya. Pada 2023 kursi Chairman diduduki oleh Rahim Soekasah.
Selama berada di bawah pimpinan Bakrie Group, Brisbane Roar pernah menjadi juara A-League pada tahun 2014 dan turut berpartisipasi pada Liga Champions Asia. Akan tetapi dalam 2 musim terakhir, prestasi Brisbane Roar dikabarkan merosot tajam. Musim lalu saja, mereka hanya bisa finis di posisi 9 dari 10 klub peserta liga.
Tak hanya peforma pemain yang menurun, Brisbane juga dikabarkan pernah dilanda masalah finansial. Akan tetapi saat ini sudah tidak diketahui lagi apakah Bakrie Group masih menjadi pemilik dari klub sepakbola asal Australia tersebut. Selain Brisbane Roar, Bakrie Group juga sempat memiliki klub sepakbola lain yang bermarkas di Belgia, yakni Cercle Sportif Vise.
Klub yang berbasis di Vise, sebuah kota kecil di timur Belgia ini, bahkan sempat menjadi pembicaraan di kancah sepakbola nasional. Hal ini karena sejumlah pemain muda Timbas pernah bermain di sana.
Beberapa di antaranya yaitu Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, hingga Yandi Sofyan. Banyaknya pemain Indonesia yang bermain di sana disebut akibat pengaruh dari Bakrie Group yang saat itu memimpin CS Vise.
Tak seperti Brisbane Roar, Sportif Vise tercatat tidak memiliki prestasi mentereng sejak diakuisisi pada tahun 2011. Hingga pada akhirnya di bulan Mei 2014, Bakrie Group secara resmi melepas kepemilikan mereka di klub ini kepada salah satu investor lokal.
Baca Juga: Daftar Orang Kaya RI yang Memiliki Klub Sepak Bola di Luar Negeri Selain Hartono Bersaudara
4. Wanandi Bersaudara
Satu lagi konglomerat Indonesia yahg terjun di sepakbola Eropa, yaitu Santini Group. Adapun group ini dimiliki oleh Keluarga Wanandi yang membeli saham klub Inggris, Tranmere Rovers.
Tranmere yang berkiprah di League One, berada dua tingkat di bawah Premier League. Mereka mengumumkan pembelian saham klub oleh Santini Group tersebut, pada Rabu (4/9/2019) lalu. Grup ini dimiliki oleh tiga bersaudara asal Indonesia, yakni Wandi, Lukito, dan Paulus Wanandi.
Santini Group sendiri merupakan induk usaha asal Indonesia yang mempunyai jenis usaha di bidang peralatan otomotif, infrastruktur, pengembangan properti, sumber daya alam, dan jasa. Perusahaan tersebut pertama kali dibentuk oleh Sofjan Wanandi pada tahun 1994.
Demikian 4 pengusaha Indonesia pemilik klub bola luar negeri. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Daftar Orang Kaya RI yang Memiliki Klub Sepak Bola di Luar Negeri Selain Hartono Bersaudara
-
Siapa Mbah Trimo? Pria Rambut Putih Wakafkan Masjid Rp 80 M dan 12 SPBU ke Muhammadiyah
-
Kekayaan Hartono Bersaudara, Pengusaha Indonesia Pemilik Como 1907 yang Berhasil Promosi ke Serie A Italia
-
Viral Wanita Berdaster Naik Lamborghini, Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April