Suara.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Barat terus bergiat agar bisa on boarding di lokapasar. Demikian pula perangkat daerah di Jawa Barat juga bisa berbelanja di lokapasar yang bekerja sama.
Dikutip dari kantor berita Antara, dengan bergabung ke platform Pasar Digital (PaDI) UMKM dan Grab di West Java Digital Marketplace (WJDM) maka kelas UMKM Jabar bisa naik kelas.
“Penjalinan kerja sama dengan mitra-mitra platform lokapasar itu bertujuan untuk meningkatkan atau memperkuat UMKM di Jawa Barat," jelas Gandjar Yudniarsa, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Jabar di Bandung, Selasa (14/5/2024).
PaDI dan Grab menambah jajaran platform lokapasar yang bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat. Seperti Indotrading, dan gratisongkir juga sekaligus menjadi pilihan untuk UMKM di Jabar dalam memamerkan produk yang dianggap paling sesuai dengan karakter mereka.
"Kemudian Organisasi Perangkat Daerah atau OPD juga bisa berbelanja di marketplace (lokapasar) ini. Intinya, selain meningkatkan transaksi UMKM di Pemprov Jawa Barat, juga memperkuat UMKM Jawa Barat," lanjut Gandjar Yudniarsa.
Sisi lain, pencatatan data transaksi dari UMKM juga akan menjadi dasar Pemprov Jabar melakukan pemetaan dalam menjalankan strategi untuk meningkatkan UMKM di Jawa Barat.
"Kemudian kalau sudah on boarding di marketplace secara digital, sangat memungkinkan memperluas akses pasar. Pemasaran akan lebih luas, tidak hanya Jawa Barat, mungkin nasional, bahkan internasional," lanjutnya.
Dinoor Susatijo, Head of Digital Vertical Ecosystem Government & Public Service Telkom Indonesia menambahkan Jabar adalah provinsi pertama yang melakukan perjanjian kerja sama.
Harapannya bisa membantu dalam menjembatani antara UMKM dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Dukung Pelaku UMKM Perempuan Mandiri, Para Istri Menteri Hadiri HUT ke-44 Dekranas
"Awalnya PaDI adalah jembatan UMKM dan BUMN. Seiring waktu kami juga melihat sebenarnya UMKM ini bisa dibantu untuk ke market kementerian, lembaga dan pemerintah daerah. Ini yang sedang kami upayakan dengan Pemprov Jabar, mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dan bisa menjadi contoh untuk pemerintah daerah yang lain," jelas Dinoor Susatijo.
PaDI memiliki sebuah ekosistem, di mana selain membantu UMKM berjualan di lokapasar juga tersedia program community development center (CDC) dari Telkom. Bertujuan membantu membangun UMKM seperti memberikan pinjaman modal, juga pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Antara lain seperti pengemasan, pemasaran digital sampai dengan pelatihan sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Rivie Rahman, Head Of Sales Indotrading mengatakan dalam West Java Digital Marketplace, semua transaksi dibuat sesuai dengan kriteria dan syarat yang dibutuhkan dalam belanja pemerintahan.
"Sehingga membantu pemerintah provinsi. Di sisi lain kita membantu UMKM untuk naik kelas, serta menjual produknya dan berdasarkan testimoni, mereka dari waktu ke waktu mengalami lonjakan pemesanan," kata Rivie Rahman.
Berita Terkait
-
Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani
-
Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
-
Ketakutan Tidak Naik Kelas dan Perasaan yang Tak Dimiliki Generasi Sekarang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari