Suara.com - Kylian Mbappe resmi memilih untuk bergabung dengan Real Madrid setelah meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG). Pergantian klub tersebut terjadi secara bebas transfer setelah kontraknya dengan PSG berakhir pada 30 Juni.
Dalam kesepakatan ini, Mbappe akan mendapatkan gaji bersih sebesar 15 juta Euro per musim dari Real Madrid. Selain itu, Madrid juga akan membayar sejumlah tak kurang dari 100 juta Euro kepada Mbappe sebagai bonus bergabung, yang akan dibayarkan secara bertahap selama lima musim kontraknya.
Pernyataan resmi dari Real Madrid pada Selasa (4/6) menegaskan bahwa kesepakatan tersebut telah dicapai, mengikat Mbappe sebagai pemain Madrid untuk lima musim ke depan.
Pindahnya Mbappe ke Real Madrid dilakukan melalui mekanisme bebas transfer karena kontraknya dengan PSG telah berakhir pada 20 Juni 2024. Namun, Madrid tetap harus membayar bonus bergabung sejumlah tak kurang dari 100 juta Euro atau sekitar Rp1,8 triliun, yang akan dibayarkan selama durasi kontrak.
Jumlah ini sama dengan dua kali anggaran Program Indonesia Pintar yang menyasar 1.000 siswa dan KIP kuliah, senilai Rp900 miliar pada tahun 2024.
Anggaran itu masuk dalam anggaran bantuan sosial (bansos) yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat pada Maret lalu.
"Kemendikbud Rp 900 miliar untuk program Indonesia pintar dan Kemenag Rp 1,1 triliun untuk program Indonesia pintar dan KIP kuliah dan BNPB Rp 800 miliar untuk bencana," kata Menkeu kala itu.
Mbappe, secara pribadi sudah mengungkapkan keputusannya untuk bergabung dengan Real Madrid. SMbappe pada usia 11 tahun, sempat mengikuti trial dengan klub tersebut, namun orang tuanya memilih untuk meniti karier di Prancis terlebih dahulu.
Real Madrid kemudian menunjukkan minat pada Mbappe sejak tahun 2017 setelah penampilannya yang gemilang bersama AS Monaco.
Baca Juga: Juara Liga Champions, Jude Bellingham: Kylian Mbappe Bisa Bawa Real Madrid ke Next Level Lagi
Namun, PSG berhasil mendapatkan tanda tangannya lebih dulu. Meskipun demikian, rumor kepindahannya terus beredar pada musim panas tahun 2021, 2022, dan 2023, baru terwujud pada tahun 2024.
Berita Terkait
-
Kylian Mbappe Bisa Langsung Raih Trofi di Laga Debut Bareng Real Madrid
-
Teka-teki Nomor Punggung Kylian Mbappe di Real Madrid, Bakal Ikuti Jejak Cristiano Ronaldo
-
Kylian Mbappe Sudah Lama Ingin Bergabung ke Real Madrid: Mimpi Jadi Kenyataan
-
Real Madrid Resmi Dapatkan Tanda Tangan Kylian Mbappe!
-
Juara Liga Champions, Jude Bellingham: Kylian Mbappe Bisa Bawa Real Madrid ke Next Level Lagi
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi
-
Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa
-
Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya