Suara.com - Pernah mengalami penerbangan tertunda karena ada penumpang menaikkan koper di atas kepala (overhead luggage) di mana kompartemen sudah penuh sehingga pramugari atau pramugara perlu menggeser-geser bawaan penumpang lain? Atau beberapa penumpang dikumpulkan di gang sebelum masuk pesawat karena kedapatan membawa koper terlalu banyak sehingga mesti dimasukkan bagasi?
Ingat, kejadian-kejadian ini sudah menambah durasi penerbangan. Bagi maskapai penerbangan menjadi tidak efisien, cuan pun bisa berkurang karena ada biaya keterlambatan, pesawat parkir terlalu lama, dan seterusnya.
Dikutip dari CBS News, maskapai penerbangan WestJet kini memberikan aturan baru. Yaitu membatasi siapa yang boleh membawa barang bawaan. Dengan demikian, bisa mempersingkat waktu naik pesawat, dan menciptakan kelegaan kabin.
WestJet mengumumkan telah menghadirkan tarif tiket yang sangat murah. Dengan catatan, jika ingin membawa barang bawaan, memilih duduk di mana, atau ingin mengumpulkan poin maka ada batasannya.
"Tarif UltraBasic akan menggantikan opsi tarif dasar maskapai, dan dilengkapi pembatasan tertentu," demikian dijelaskan WestJet secara tertulis.
Tas jinjing tidak diizinkan, kecuali penumpang sedang dalam penerbangan Transatlantik atau Transpasifik, atau membeli opsi kenyamanan tambahan dari maskapai penerbangan itu.
Penumpang bisa mendaftarkan tas terlebih dahulu dengan biaya tambahan dan membawa barang pribadi yang muat di bawah kursi di depannya. Bila langsung membawa tas jinjing begitu saja tanpa didaftarkan maka akan dikenakan biaya bagasi terdaftar dan biaya layanan tambahan.
Sebagai catatan, bila memilih tiket UltraBasic artinya juga tidak akan mendapatkan poin WestJet untuk program hadiah maskapai ini.
Sedangkan untuk kursi, penumpang dengan tiket ini akan ditempatkan di bagian belakang pesawat, tanpa jaminan bahwa bisa duduk bersama teman seperjalanan atau anggota keluarga. Pilihan tempat duduk bisa didapat dengan biaya lagi.
Baca Juga: 3 Anak Penyanyi Legendaris Michael Jackson Terancam Kehilangan Warisan Cuan
Kemudian, penumpang yang membayar tarif UltraBasic akan menjadi orang terakhir yang naik ke pesawat, dan tidak ada perubahan, pembatalan, atau pengembalian uang (refund).
Alasan kehadiran opsi ini, menurut WesJet akan membantu mempercepat proses boarding, mengoptimalkan ruang kabin, dan meningkatkan pengalaman perjalanan.
"UltraBasic telah dirancang untuk mempercepat proses boarding dan memberikan harga paling kompetitif," demikian disampaikan WestJet kepada CBC News melalui email.
John Lawford, direktur eksekutif dan penasihat umum Pusat Advokasi Kepentingan Umum di Ottawa, Kanada menyatakan bahwa peraturan maskapai ini adalah "strategi bisnis yang sangat disengaja" dari pihak WestJet.
Berita Terkait
-
Yang Tampak Murah Belum Tentu Hemat: Dilema Belanja Kelas Menengah ke Bawah
-
Lembap Maksimal! 4 Moisturizer Cream Murah yang Ampuh Atasi Kulit Kering
-
Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
6 Sepeda Roadbike Termurah untuk Pemula 2026 dan Tips Memilihnya dari Cyclist
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026