Suara.com - Menurut data dari Kadin Indonesia, pada tahun 2024, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 65 juta unit usaha. UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, menyumbang hingga 61% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia
Untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM, layanan aggregator logistik yang berkualitas dan handal sangat dibutuhkan. Agregator logistik adalah platform yang menggabungkan berbagai layanan pengiriman dari beberapa perusahaan logistik menjadi satu layanan terpadu.
UMKM memerlukan solusi logistik yang tidak hanya cepat dan terpercaya, tetapi juga fleksibel untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka. Salah satu inovasi terkini yang mampu memenuhi kebutuhan ini adalah layanan aggregator logistik berkualitas yang menawarkan layanan 24 jam dengan sistem Cash on Delivery (COD) yang memungkinkan pencairan dana lebih cepat di awal sehingga UMKM dapat lebih efisien dalam mengelola pengiriman produk mereka.
Fleksibilitas operasional ini membantu UMKM untuk terus beroperasi tanpa kendala waktu, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mempercepat pertumbuhan bisnis mereka.
Layanan logistik yang handal dan cepat juga penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal dan internasional. Dengan pencairan dana COD yang lebih cepat, UMKM dapat memastikan aliran kas yang lebih baik, memungkinkan mereka untuk segera menginvestasikan kembali dana tersebut ke dalam bisnis untuk kebutuhan produksi dan operasional lainnya.
Salah satu contoh inovasi dalam sektor ini adalah hadirnya BosCOD. BosCOD merupakan aplikasi berbasis web dan Android yang fokus pada multi-kurir dalam satu platform. Dibangun dengan infrastruktur dan sistem IT terkini, BosCOD menawarkan keamanan dan berfokus pada kebutuhan pelanggan.
BosCOD, di bawah PT Hadid Parama Indonesia yang berbasis di Surabaya, mulai diluncurkan secara publik pada awal tahun 2022. Saat ini, BosCOD fokus melayani pelanggan dalam negeri dan bertahap ekspansi melayani pengiriman luar negeri.
Layanan pelanggan BosCOD tersedia 24 jam, dan memiliki kualitas COD Return Rate di bawah 5%. Selain pengiriman COD, BosCOD juga melayani pengiriman reguler atau non-COD, mulai dari non-kargo hingga kargo. Keunggulan lainnya adalah pencairan dana COD yang lebih cepat (COD Advance), yang memungkinkan UMKM lebih mudah dalam pengembangan bisnisnya.
BosCOD juga memberikan pendampingan usaha dan konsultasi untuk membantu UMKM tumbuh dan berkembang.
Baca Juga: 5 BUMN Keroyokan Lanjutkan Pengembangan dan Pasarkan Produk Herbal UMKM
"Pencairan Dana COD lebih cepat di awal (COD Advance) sangat dibutuhkan pengguna UMKM BosCOD untuk bisa meningkatkan cashflow dan pengguna bisa lebih fokus pada pemasaran dan penjualan.” Ungkap CEO & Co-Founder BosCOD PT Hadid Parama Indonesia, Deby Pratikno.
Dengan layanan seperti ini, BosCOD berharap dapat mendukung ekosistem UMKM di Indonesia, membantu mereka mengatasi tantangan logistik dan keuangan, serta berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
"Kami memfokuskan kepada keinginan pengguna dan UMKM yang memakai BosCOD, salah satunya terkait pencairan dana lebih cepat di awal. Tujuannya agar pengguna bisa lebih fokus pada meningkatkan penjualan.” Jelas CFO & Co-Founder BosCOD PT Hadid Parama Indonesia, Miftahul Huda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram