Suara.com - Sebagai bentuk persiapan Indonesia berpartisipasi dalam ajang World Expo 2025 Osaka, Kementerian PPN/Bappenas menggelar Kompetisi Maskot Indonesia untuk World Expo 2025 Osaka.
Melalui kompetisi yang terbuka untuk umum ini, Indonesia berharap dapat memiliki maskot yang tidak hanya sebagai ikon promosi Indonesia di World Expo 2025 Osaka, tetapi juga sebagai nation branding.
“Maskot yang terpilih akan menjadi aset penting dalam upaya kami memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Untuk itu, kami mengajak generasi muda untuk berpartisipasi dan bersama-sama membentuk citra positif Indonesia di kancah internasional,” ungkap Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Vivi Yulaswati, ditulis Kamis (25/7/2024).
Kementerian PPN/Bappenas telah mempersiapkan total hadiah 100 juta rupiah untuk 10 peserta terbaik. Untuk menjaga objektivitas, sejumlah pihak digandeng menjadi tim juri, yaitu spesialis merek dan desain, perwakilan pemerintah, serta masyarakat.
“Kompetisi dibagi ke dalam 3 tahap, dan setiap tahap akan dinilai pakar desain dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), dan Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF),” jelas Deputi Vivi.
Pada seleksi tahap pertama, tim juri akan menentukan 10 peserta terbaik dan mereka yang terpilih akan diundang untuk menerima penjelasan terkait proses pengerjaan maskot Indonesia dalam World Expo 2025 Osaka. Peserta terpilih juga akan mendapatkan asistensi dari mentor selama dua minggu dengan total empat sesi asistensi.
Setelah itu, para peserta diwajibkan mengirimkan desain terbaik mereka untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Pada tahap ini, juri dari spesialis merek dan desain akan menilai dan memilih lima desain terbaik untuk maju ke tahap akhir.
Penjurian akan dilakukan secara luring dengan bobot penilaian 50 persen dari aspek desain dan 50 persen dari aspek merek. Pada tahap terakhir, satu dari lima desain terbaik akan dipilih menjadi pemenang melalui mekanisme voting perwakilan pemerintah dan masyarakat.
Kompetisi maskot resmi dibuka hingga 27 Juli 2024 dengan mengirimkan portofolio desain dan data diri melalui tautan link.bappenas.go.id/MascotCompetition.
Baca Juga: Bappenas: Penyediaan Layanan Inklusif di Daerah Perlu Bantuan Masyarakat Sipil
“Kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk mencari maskot yang mewakili Indonesia di World Expo 2025 Osaka, tetapi juga sebagai ajang untuk meningkatkan keterlibatan dan kreativitas anak muda dalam membangun identitas bangsa, serta mendorong perkembangan ekonomi kreatif Indonesia,” pungkas Deputi Vivi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN
-
Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape
-
IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor
-
Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?