Suara.com - Ekonom Universitas Indonesia Toto Pranoto tidak mempermasalahkan adanya remunerasi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) termasuk di BUMN Karya. Menurutnya pemberian remunerasi itu merupakan hal yang wajar.
Secara khusus ia melihat pentingnya remunerasi di BUMN Karya yang sedang restrukturisasi. Ini mengingat besarnya persoalan yang kini melilit perusahaan-perusahan pelat merah tersebut, salah satunya Waskita Karya dan Wijaya Karya yang saat ini sedang mengalami tekanan dan krisis secara finansial.
"Jadi saya melihat remunerasi direksi ini kan wewenangnya pemegang saham. Jadi kalau di BUMN sudah wajar. Optimisme dan upaya-upaya yang dilakukan Perusahaan ini yang lebih penting. Kita berbaik sangka saja, Waskita ini sedang penyehatan dan restrukturisasi yang kompleks, maka tugas yang diemban juga berat," jelasnya ditulis Senin (5/8/2024).
Toto lebih lanjut menjelaskan, remunerasi di perusahaan seperti BUMN itu sangat penting, guna melecut semangat para pemegang kebijakan di perusahaan tersebut agar lebih maksimal. Apalagi remunerasi direksi itu dilakukan langsung pemegang saham sebagai pihak yang berwenang.
Aturan remunerasi terhadap pengurus BUMN diatur dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor Per-3/MBU/03/2023 Tentang Organ Dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.
"Kalau yang saya lihat dengan susunan pengurus Waskita saat ini, sudah membawa banyak perubahan terutama dalam hal restrukturisasi keuangan. Proyek-proyek yang dikerjakan Waskita juga masih banyak," lanjut Toto.
"Tentu saya berharap manajemen Waskita baik Direksi atau Komisaris benar-benar memaksimalkan kinerjanya untuk mengembalikan Waskita pada track yang semestinya dan membuat keuangan dan finansial Waskita kembali normal," tutup Toto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya