Suara.com - Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus dengan penuh semangat dan rasa syukur. Tahun ini, selain mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa, kita juga bisa mengambil inspirasi dari para perempuan hebat yang terus berjuang di berbagai sektor, termasuk di dunia bisnis rantai pasok pangan yang cenderung masih didominasi oleh kaum pria.
Salah satu contoh inspiratif datang dari dua sosok Srikandi Bulog, yaitu Sonya Mamoriska Harahap, Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan, serta Febby Novita, Direktur Bisnis. Melalui kisah mereka, kita dapat belajar tentang dedikasi, kesetaraan gender dalam bekerja dan semangat kemerdekaan untuk terus meningkatkan jenjang karir tanpa batas.
“Saya pulang ke Indonesia untuk meniti karir setelah menamatkan pendidikan S2 di luar negeri karena terinspirasi dengan pengabdian almarhum ayah saya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. Saat awal bergabung di Perum Bulog pada tahun 1998, saya bergabung di bagian pengadaan barang luar negeri sampai saya mengepalai bidang Informasi Teknologi (IT) sesuai dengan latar belakang pendidikan yang saya ambil. Kemudian melanjutkan pendidikan S3 di Indonesia dan akhirnya saya dipercaya untuk mengepalai direktorat transformasi & hubungan kelembagaan” ujar Sonya.
Sonya meneruskan karirnya dengan tekad yang kuat untuk berkontribusi pada perusahaan yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Dengan latar belakang yang solid dalam manajemen strategi dan memiliki pengalaman saat Perum Bulog bertransformasi dari Lembaga Pemerintah Non Departemen lalu menjadi Perum di bawah Kementerian BUMN, ia saat ini memimpin Perum Bulog untuk melakukan transformasi kembali setelah 57 tahun berdiri.
“Saya pernah bekerja di perusahan asing di Amerika Serikat saat menempuh pendidikan S1 dan terpacu untuk lebih mendalami ilmu teknologi sampai ke jenjang pendidikan S2 ke Australia, berharap bisa membawa suatu perubahan teknologi di Indonesia,” imbuh Sonya.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa walaupun Perum Bulog sudah berdiri lebih dari 50 tahun, tapi tetap bisa mengikuti dan menerapkan perkembangan teknologi sesuai kemajuan zaman.
Di sisi lain, Febby Novita memiliki peran sentral dalam mengembangkan strategi unit bisnis komersial Perum Bulog yang berfokus pada diversifikasi dan inovasi. Melalui pendekatan yang kreati dan berkesinambungan, Febby telah berhasil memposisikan Perum Bulog sebagai pemain kunci pada pangsa pasar beras premium dan memperluas jejaring ritel modern bernama Rumah Pangan Kita (RPK). Saat ini sudah 19.500 RPK hadir di berbagai provinsi di Indonesia.
“Saya mulai bergabung di Perum Bulog sejak 27 tahun yang lalu, dari posisi staff sampai pada akhirnya di posisi sekarang ini. Hal yang paling membanggakan selama bekerja di Perum Bulog adalah mengantarkan kebaikan melalui pembagian beras sampai ke pelosok daerah yang sulit terjangkau. Ini adalah tugas mulia,” ujar Febby.
Dalam karirnya di Perum Bulog, ia telah memperkenalkan berbagai produk komersial baru yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga memperkuat citra Perum Bulog sebagai perusahaan yang inovatif. Tantangan utama dalam pekerjaannya adalah bagaimana menjaga relevansi produk Perum Bulog di tengah perubahan preferensi konsumen dan persaingan yang semakin ketat.
Salah satu inisiatif yang dipimpin oleh Febby adalah pengembangan produk-produk berbasis pangan lokal yang dikemas dengan cara yang menarik bagi konsumen modern. Ia melihat peluang besar dalam menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi pengolahan modern untuk menciptakan produk yang tidak hanya digemari, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi konsumen.
Selain Sonya dan Febby, masih banyak srikandi BUMN khususnya di Bulog yang menempati posisi jenjang di bawah direksi langsung seperti Kepala Divisi di kantor pusat, Pemimpin Wilayah, hingga Kepala Auditor wilayah di Bulog. Sonya, Febby dan para srikandi tersebut yang menjadi merupakan inspirasi bagi generasi muda perempuan, yang bercita-cita untuk mencapai kesuksesan dalam karir mereka tanpa mengenal stigma dan batas.
Mengantarkan kebaikan dalam semangat kemerdekaan menjadi bukti bahwa dengan tekad yang kuat, ketekunan, kepercayaan diri dan semangat yang tidak pernah padam, perempuan Indonesia dapat meraih prestasi gemilang di berbagai bidang, bahkan di bidang yang banyak didominasi oleh kaum pria sekalipun.
Berita Terkait
-
Kolaborasi Bulog - Perpadi Dorong Petani Muda Perkuat Stok Pangan
-
Tidak Pernah Menang Tender Langsung Impor Beras dari Perum BULOG, Inilah Fakta dari Tan Long Group
-
Pupuk Indonesia Gandeng Bulog untuk Serap Hasil Panen Petani MAKMUR
-
Sinergi dengan Program MAKMUR PT Pupuk Indonesia, Bulog Wujudkan Ekosistem Budidaya Pertanian Ideal
-
Dituduh Mark Up Harga Impor Beras, Ini Penjelasan Perum BULOG
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Terkini
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
Jembatan Energi Jawa Hampir Tersambung: Proyek Cisem II Rampung Maret 2026
-
Nuklir Jadi Prioritas Pemerintah, Bahlil Lahadalia Pimpin Dewan Energi Nasional
-
Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional
-
Bahlil Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional, Ini Struktur DEN Terbaru
-
Digitalisasi Jadi Syarat Mutlak Industri Kesehatan di Asia Tenggara
-
Dari Wamenkeu ke BI, Ini Bocoran Tugas dan Peran Thomas Djiwandono
-
Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur
-
Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya
-
Disentil MSCI, Saham Konglomerat Langsung Melarat