Suara.com - Penyanyi Syahrini baru saja melahirkan buah cinta pertamanya dengan sang suami Reino Barack. Bayi yang disapa dengan Princess R itu lahir bertepatan dengan ulang tahun ke-44 Syahrini pada 1 Agustus lalu. Kekayaan dan daftar bisnis Rosano Barack, sang kakek pun turut disorot karena Princess R tidak hanya akan mendapatkan kehidupan super mewah dari orang tuanya, tetapi juga dari sang kakek yang merupakan kalangan konglomerat.
Diketahui total saham yang dimiliki Rosano Barack di PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mengantarkannya menduduki posisi Komisaris Utama. Di perusahaan itu, Rosano tercatat memiliki 0,22 persen saham atau sebanyak 31.038.500 lembar. Dari saham ini, Rosano memiliki total kekayaan lebih dari Rp12 miliar.
Saham lain yang dia pegang berada di PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) dengan posisi sebagai direktur utama sejak 1998. Rosano mengamankan 173.783.000 saham atau 4,90%. Kekayaannya mencapai Rp655,16 miliar.
Rosano Barack merupakan seorang pengusaha ulung yang lahir pada tahun 1953. Ayahnya bernama Omar Barack yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting asal Samarinda.
Ia menikah dengan seorang wanita berdarah Jepang bernama Reiko Barack. Dari pernikahannya ini, Rosano Barack diketahui memiliki dua orang anak, yaitu Rangga Maya Barack Evans dan Reino Barack. Kedua putranya ini terbukti mewarisi darah bisnis dari sang ayah.
Rosano Barack pertama kali mendirikan PT Bimantara Citra atau yang sekarang bernama PT Global Mediacom Tbk bersama dengan Bambang Trihatmodjo, dan beberapa orang lainnya.
Lulusan Universitas Waseda ini diketahui pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan yang bergerak di bidang media tersebut pada tahun 1998. Bisnis yang digarap oleh Rosano Barack tak hanya itu saja. Berikut adalah beberapa deretan bisnis yang terafiliasi dengan sejumlah perusahaan besar milik Rosano Barack.
Mulai dari PT Nusadua Graha International, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, PT Panasonic Gobel Indonesia, hingga PT Jababeka Plaza Indonesia. Dari sejumlah gurita bisnis yang dimilikinya, Rosano Barack disebut-sebut memiliki kekayaan hampir setengah triliun atau tepatnya Rp490 miliar. Begitu fantastis bukan?
Lebih lanjut, terkait hubungannya dengan Bambang Trihatmodjo, diketahui bila Rosana Barack sudah berteman dengan pengusaha yang kini menjadi suami Mayangsari tersebut semenjak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Baca Juga: Momong Princess R, Syahrini Tenteng Tas dari Kulit Buaya Harganya Gak Kira-kira
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
-
AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!
-
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran