- Militer Iran menyerang armada AS di Teluk Oman pada 7 Mei 2026 sebagai balasan atas pelumpuhan kapal tanker mereka.
- Serangan udara AS menargetkan infrastruktur militer Iran di Qeshm dan Bandar Abbas, memicu kekhawatiran berakhirnya gencatan senjata bilateral.
- Gangguan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan mengancam stabilitas ekonomi global serta inflasi di berbagai negara.
Suara.com - Pada Kamis (7/5/2026), militer Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone peledak terhadap armada Angkatan Laut Amerika Serikat. Aksi ini memicu kekhawatiran besar akan berakhirnya gencatan senjata yang baru saja disepakati pada April lalu.
Ketegangan bermula pada Rabu (6/5), ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran di sekitar Teluk Oman.
Pihak Teheran melalui Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengecam tindakan tersebut sebagai aksi "bandit" dan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengerahkan berbagai rudal anti-kapal dan pesawat tak berawak. Laporan dari kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa tiga kapal perusak AS terpaksa mundur ke arah Teluk Oman setelah mengalami kerusakan akibat tembakan tersebut.
Namun, klaim ini dibantah oleh CENTCOM yang menyatakan bahwa mereka berhasil menghalau serangan "tanpa provokasi" dari Iran dan bertindak murni untuk pertahanan diri.
Eskalasi tidak hanya terjadi di laut. Laporan dari Fox News menyebutkan militer AS melancarkan serangan udara terhadap infrastruktur militer di Pelabuhan Qeshm dan Kota Bandar Abbas.
Di saat yang sama, suara ledakan keras terdengar hingga ke barat Teheran. Kantor berita Mehr mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara di ibu kota Iran sempat beroperasi aktif untuk menghalau ancaman udara.
Meskipun terjadi baku tembak yang intens, pejabat senior militer AS menegaskan bahwa operasi tersebut tidak bermaksud untuk memulai kembali perang skala penuh.
Presiden Donald Trump pun menyatakan bahwa gencatan senjata secara teknis masih berlaku, sembari memperingatkan Iran untuk segera menandatangani kesepakatan damai permanen guna menghindari kekerasan lebih lanjut.
Baca Juga: Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
Analisis: Dilema Gencatan Senjata Sepihak
Trita Parsi, pakar dari Quincy Institute, menilai situasi ini sangat rumit bagi Teheran. Menurutnya, Iran melihat tindakan AS sebagai upaya menciptakan kondisi "gencatan senjata sepihak".
"Persepsi Iran adalah mereka dilarang membalas, namun jika AS memutuskan untuk menembak, hal itu dianggap bukan pelanggaran gencatan senjata. Ini sangat sulit diterima oleh pihak Iran," jelas Parsi, dilansir dari Aljazeera.
Sumbatan di Selat Hormuz—jalur nadi bagi pasokan minyak dan LNG global—telah menyebabkan aktivitas pelayaran hampir berhenti total. Gangguan pada rute kunci ini langsung memukul pasar energi dunia yang sebelumnya mulai stabil.
Update Harga Minyak Dunia:
Minyak Mentah (WTI): Naik kembali ke level US$97,0 per barel.
Berita Terkait
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!
-
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!