"Terlebih penggunaan mikroorganisme dalam pupuk hayati, juga berkontribusi pada peningkatan keanekaragaman hayati dalam tanah untuk menjaga ekosistem pertanian yang lebih sehat," tandas Qomaruzzaman.
Lebih lanjut, pengembangan inovasi teknologi juga menjadi salah satu upaya Pupuk Kaltim meningkatkan efisiensi, sekaligus daya saing Perusahaan di kancah nasional maupun global.
Utamanya mendorong efektivitas pabrik dan perangkat pendukung lainnya yang diciptakan secara mandiri. Seluruh inovasi yang digagas Pupuk Kaltim sejauh ini terbukti mampu menekan biaya operasional, sekaligus menyelamatkan perusahaan dari berbagai potensi risiko kerugian.
Gagasan ini pun akan terus dikembangkan Pupuk Kaltim secara berkesinambungan, sehingga penerapan teknologi industri dalam mendukung kinerja perusahaan makin memberikan dampak signifikan dalam setiap proses yang berjalan.
Sebab inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja Perusahaan, yang setiap tahun terus tumbuh dan berkembang dengan beragam inisiatif yang menarik.
“Nilai efisiensi Perusahaan mampu tercapai dari setiap inovasi yang digagas. Mulai efektivitas proses produksi, peningkatan performa perangkat pabrik, hingga jasa pelayanan dan perbaikan dengan nilai penghematan mencapai Miliaran Rupiah,” ungkap Qomaruzzaman.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan penghargaan ini sebagai apresiasi bagi pelaku industri yang konsisten menciptakan dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Langkah ini pun bagian dari upaya Kemenperin mendorong industri nasional melakukan penciptaan teknologi baru, agar lebih kompetitif hingga kancah internasional.
“Kami berharap dengan terus mendorong inovasi dan teknologi, Indonesia dapat terus meningkatkan daya saingnya di kancah global,” kata Agus Gumiwang.
Menurut dia, sektor manufaktur terus menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Bahkan pada triwulan II 2024, pertumbuhan PDB Indonesia mencapai 5,05 persen atau lebih tinggi dibandingkan negara anggota G20 seperti Tiongkok, Rusia dan Brasil.
Performa yang prima tersebut juga dipacu akselerasi penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, sebagai strategi kunci Indonesia untuk menjadi 10 negara ekonomi terbesar di dunia pada 2030.
"Oleh karena itu, pentingnya transformasi industri 4.0 dicanangkan pada program Making Indonesia 4.0 sejak 2018, sebagai kunci utama menjadikan Indonesia salah satu dari 10 ekonomi terbesar dunia," tambah Menteri Agus.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Content CreatorDikenakan Zakat Profesi, Ekonom INDEF: Penetapan Bukan Berdasar Popularitas
-
KRL Jadi Andalan Libur Nataru, 15 Juta Penumpang Tercatat
-
Implementasi Inpres 2/2025, Pembangunan Irigasi Tahap I Capai 99,93 Persen
-
Tambang Vale Indonesia Stop Beroperasi, Harga Nikel Dunia Meroket
-
RKAB 2026 Belum Terbit, Vale Indonesia Stop Operasi Sementara
-
Saat Stabilitas Tak Cukup: Alarm Dini Ekonomi Indonesia 2025
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik