Suara.com - Tekanan darah tinggi, hiperkolesterol, dan gula darah tinggi bisa jadi gejala awal penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes melitus. Untuk itu, perusahaan farmasi Dexa Group melalui PT Dexa Medica mengajak masyarakat untuk melakukan cek kesehatan secara berkala guna mencegah penyakit kronis.
"Kami mendukung program-program pemerintah melakukan langkah preventif untuk mencegah penyakit, kami juga berharap kesadaran masyarakat bisa meningkat akan pentingnya cek kesehatan, angka kejadian penyakit yang berat bisa terhindari sehingga angka harapan hidup bisa mneningkat di kemudian hari," ujar Presiden Direktur PT Dexa Medica, V Hery Sutanto ditulis Rabu (9/10/2024).
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, ada total 29.748.710 penyakit kronis atau katastropik yang menghabiskan biaya hingga Rp 34,769 triliun. Penyakit jantung adalah penyakit kronis yang paling banyak dialami di Indonesia dengan jumlah kasus mencapai 20.037.289 pada tahun 2023.
Sales Director OGB PT Dexa Medica, Jopie Johansyah, kemudian menambahkan bahwa kegiatan skrining kesehatan gratis akan dilaksanakan di 6 kota. Saat ini Dexa Medica telah menggelar skrining kesehatan gratis di 3 kota.
"Kita menargetkan usia-usia yang lebih dari 30 tahun, dimana angka-angka kejadian degeneratif sudah mulai timbul," kata Jopie.
Acara ini, lanjut Jopie, juga bekerja sama dengan berbagai rumah sakit di kota yang menjadi lokasi pelaksanaan.
"Selain acara skrining gratis ini, kami juga sudah membagi-bagikan ala test gratis ke apotek-apotek yang targetnya ada 1000 apotek yang akan kami distribusikan alat-alat test seperti test gula darah, kiolesterol, asam urat, sehingga makin banyak cakupan pasien yang ter-cover oleh program ini," imbuh dia.
Ia berharap, Ketika masyarakat mengetahui hasil cek kesehatan yang meliputi gula darah, tekanan darah, hingga kadar kolesterol, maka dapat langsung melakukan pencegahan agar tidak menjadi penyakit katastropik. Di antaranya adalah melakukan pengobatan yang dibutuhkan sesuai dengan anjuran dokter.
"Sehingga dengan mereka aware dengan penyakitnya sedari dini, pengobatan yang lebih teratur, minum obat lebih teratur, otomatis angka kesehatan mereka meningkat dan aktivitas bisa lebih produktif," kata Jopie.
Baca Juga: Ulasan Novel 'Joined at the Joints', Perjuangan Sembuh dari Penyakit Kronis
Sementara itu pada kesempatan yang sama, dokter RS Premier Bintaro dr. Steve Emmanuel memberikan tips agar masyarakat terhindar dari penyakit katastropik. Di antaranya adalah mengatur gaya hidup dengan pola makan dan aktivitas fisik yang cukup agar kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah tetap dalam batasan normal.
"Misalnya penyakit jantung ini kan masih menjadi top killer di dunia ini, mungkin nomor 1 atau nomor 2 penyakit jantung ini. Salah satu cara mencegahnya yaitu dengan pemeriksaan tensi berkala, jangan hanya sesekali. Selain itu paling pemeriksaan kolestrol dan gula yang rutin," kata dr. Steve.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste