Suara.com - Tumbuh signifikan dua tahun terakhir, Bittime platform investasi aset kripto yang resmi dan berlisensi di Indonesia menggandeng Palapa, token platformnya dalam meluncurkan Game Finance (GameFi) berbasis aplikasi Telegram pertama di Indonesia bertajuk Palapa TapTap Hero.
Sejak disetujuinya Bitcoin ETF Spot pada awal tahun 2024, kemarin, industri kripto global menunjukkan pertumbuhan signifikan pada adopsi pasar kripto, termasuk Indonesia. Terbukti, posisi Indonesia melejit dan menempati peringkat ketiga terhadap adopsi aset kripto dunia, berdasarkan data Chainalysis.
Besarnya potensi pertumbuhan industri blockchain dan aset kripto di Indonesia membuat Bittime memaksimalkan momentum yang ada. Apalagi, menurut data dari CoinGecko, salah satu platform agregasi data aset kripto independen terbesar di dunia, Bittime tercatat menempati peringkat pertama crypto exchange Indonesia.
Adapun Palapa, selaku token platform Bittime telah resmi terdaftar oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan masuk dalam jajaran 545 aset kripto yang dapat diperdagangkan. Seiring dengan hal tersebut, Bittime bersama Palapa dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan.
Sukses pada gelaran airdrop pertamanya, Bittime bersama Palapa akan merilis game blockchain berbasis Telegram. Permainan ini dinilai dapat memberikan pengalaman interaktif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengenalkan teknologi blockchain dan aset kripto kepada masyarakat luas.
Ryan Lymn, CEO Bittime menilai antusiasme masyarakat Indonesia dalam adopsi aset kripto, patut diapresiasi. Pasalnya, aset kripto memiliki potensi pertumbuhan menjanjikan di era digital ini, utamanya bagi investor muda yang saat ini mendominasi adopsi aset kripto Indonesia.
“Kami percaya bahwa dengan meluncurkan game berbasis Telegram ini, Bittime bersama Palapa dapat menjangkau lebih banyak orang, sekaligus memberikan literasi mengenai teknologi blockchain yang menaungi aset kripto itu sendiri,” ujarnya ditulis Kamis (17/10/2024).
Melalui peluncuran game Palapa TapTap Hero, Ryan menyatakan pihaknya ingin mendorong pertumbuhan signifikan untuk adopsi aset kripto di Indonesia. Apalagi ia menilai dengan adanya game ini, para generasi muda akan lebih mudah mengenal industri blockchain dan aset kripto.
“Kami menargetkan pertumbuhan hingga 10 kali lipat dengan adanya peluncuran game Palapa TapTap Hero ini. Kami berharap masyarakat luas, khususnya generasi muda Indonesia bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan industri Web3 melalui game ini,” jelasnya.
Baca Juga: Tips Lolos! Latihan Soal CPNS di Telegram dan Cara Gabungnya Grup Alumni Peserta yang Berpengalaman
Jimmy Siswanto, CEO Palapa menyatakan pihaknya sangat gembira dengan adanya peluncuran game Palapa TapTap Hero ini. Ia menilai ini adalah kesempatan yang baik bagi komunitas Web3 Indonesia dan masyarakat luas untuk bisa memaksimalkan produk blockchain.
“Kami sangat gembira dan bangga bisa menjadi proyek Indonesia pertama yang meluncurkan GameFi berbasiskan aplikasi Telegram. Selama ini kita hanya menjadi target pasar dan pengguna dari proyek luar negeri. Sekarang saatnya kita menjadi salah satu pemain di kancah global,” ujarnya.
Tidak kalah dengan proyek global, game berbasis telegram dengan konsep tap-to-earn garapan Bittime dan Palapa ini diharapkan dapat menjadi langkah dalam menciptakan ekosistem yang inklusif, khususnya pada industri Web3 Indonesia. Selain itu, peluncuran game ini sekaligus menandakan jadwal listing token Palapa ($PLPA) yang diagendakan pada kuartal IV tahun ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026