Suara.com - Dalam catatan Cushman and Wakefield Indonesia, Tangerang telah mengalami perubahan signifikan dalam 10 tahun terakhir berkat pembangunan infrastruktur jalan dan kereta api. Tangerang juga berkembang pesat berkat karakteristik kinerja ekonominya yang kuat.
Managing Director Cushman and Wakefield Indonesia, Lini Djafar, menyatakan bahwa pasar properti di Tangerang berkembang cukup agresif untuk mengakomodasi pertumbuhan sektor bisnis, industri, dan pariwisata.
Sektor hotel dan ritel pun menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas pengembangan. Berbagai proyek real estat berskala besar telah muncul di kota penyangga tersebut.
Lini Djafar menambahkan, dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti aksesibilitas yang memadai, seperti akses tol dan transportasi umum seperti commuter line, jarak Tangerang Raya dari Jakarta, serta fasilitas di kawasan mandiri yang lengkap, peluang kawasan ini sebagai sumber investasi masih sangat menjanjikan.
Ia juga mengungkapkan bahwa seiring dengan perkembangan infrastruktur yang cepat, Tangerang Raya tetap menjadi hunian favorit bagi kalangan profesional menengah. Pada 3-4 tahun terakhir, harga properti di Tangerang Raya meroket tajam seiring dengan peningkatan fasilitas dan infrastruktur yang makin lengkap. Bahkan, dalam satu tahun, harga rumah dapat meningkat antara 15-30 persen.
Di sisi lain, berdasarkan data pencarian yang dihimpun dalam Flash Report Rumah123.com Juli 2024, Tangerang menjadi kawasan terfavorit para pencari rumah dengan persentase 15,0%. Jakarta Selatan berada di peringkat kedua dengan porsi pencarian 11,3% dan Jakarta Barat di urutan ketiga (10,3%).
Lokasi yang strategis dan dekat dengan DKI Jakarta, aksesibilitas yang baik, serta dukungan infrastruktur yang memadai adalah beberapa faktor yang membuat Tangerang begitu diminati oleh investor serta para pencari properti.
Untuk menyambut momentum pertumbuhan properti di wilayah Tangerang tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) terus memacu penjualan berbagai proyek andalan di kawasan Lippo Village hingga Park Serpong.
"LPKR akan terus berinovasi dan memperluas penawaran produk untuk pemilik rumah pertama, dengan meluncurkan produk perumahan baru yang terjangkau di Park Serpong dan Lippo Cikarang Cosmopolis," kata Group CEO LPKR John Riady ditulis Selasa (29/10/2024).
Pada periode Januari-September 2024, LPKR berhasil mencetak pra penjualan sebesar Rp4,25 triliun, setara dengan 79% dari target tahun ini.
Pencapaian tersebut terutama disokong oleh berlanjutnya penjualan produk rumah tapak terjangkau dari peluncuran sebelumnya, seperti Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown, serta peluncuran baru seri Zen di Park Serpong dan XQ Livin di Lippo Cikarang Cosmopolis.
Khusus untuk pra penjualan Lippo Karawaci sendiri (penjualan sejumlah proyek andalan di kawasan Lippo Village hingga Park Serpong), tercatat sebesar Rp3,19 triliun pada Kuartal III 2024.
"Setelah mencapai 79% dari target pra penjualan di Kuartal III 2024, perusahaan optimis dapat mencapai target tahun inidengan mempertahankan momentum penjualan di kuartal terakhir." pungkas John.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN