- Menteri ESDM Bahlil menjelaskan impor bioetanol dari AS merupakan bagian dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART).
- Impor ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mandatori pencampuran E5 tahun 2028 dan E10 tahun 2030.
- Bioetanol impor wajib memiliki standar kemurnian 99,9 persen dan dapat digunakan industri selain BBM.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait rencana impor bioetanol dari Amerika Serikat (AS). Pembelian produk biomassa itu menjadi salah satu poin dalam perjanjian Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS.
Bahlil menyebut kewajiban impor itu untuk menambal kekurangan bioetanol dalam negeri dalam rangka penerapan mandatori E5 pada 2028 dan E10 pada 2030.
"Untuk etanol ini, apabila antara kebutuhan dan produksi kita berkurang. Dengan kata lain produksi kita 10, kebutuhan kita 20, 10-nya bisa impor. Dan Amerika salah satu yang bisa kita impor," ujar Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM yang dikutip pada Rabu (4/3/2026).
Bahlil memastikan untuk bioetanol yang akan diimpor dari AS, harus memiliki kadar 99,9 persen. Hal itu menjadi penting agar tidak menjadi perdebatan.
"Bioetanol-nya itu harus mencapai kadar 99,9 persen. Itu standarnya. Supaya tidak terjadi debar terkait dengan untuk penggunaan BBM," katanya.
Di samping itu, Bahlil mengatakan bahwa impor bioetanol bukan hanya untuk campuran bensin, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri lainnya seperti kosmetik.
"Dia (etanol) juga bisa dipakai untuk kosmetik, bisa juga dipakai untuk bahan-bahan industri. Dan itu kan tergantung dari spesifikasi pabrik dan kebutuhan industri apa yang mereka akan pakai," ujarnya.
Sebagaimana diketahui dalam dokumen perjanjian dagang dengan AS, Indonesia diharuskan mengimpor etanol lebih dari 1.000 metrik ton (1 juta kg) setiap tahunnya.
Jika dikonversi ke dalam satuan volume standar, 1 juta kilogram etanol ini setara dengan sekitar 1,2 juta liter per tahun, tapi tergantung suhu dan kemurnian.
Baca Juga: Mentan Amran: Impor Beras Amerika untuk Makanan Turis, Bukan Konsumsi Umum
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi