Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bertekad untuk selalu hadir memberikan solusi keuangan kaum pekerja di tanah air.
Salah satu bukti keseriusannya adalah lewat kerja sama penyediaan layanan program dana kompensasi pascakerja atau dana pensiun bagi karyawan PT Bumi Siak Pusako (BSP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pekanbaru yang bergerak di bidang migas.
Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur PT Bumi Siak Pusako Iskandar dan Ketua Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BNI Ikhwani Fauzana yang dilakukan di Jakarta belum lama ini.
"Kerja sama ini menjadi bukti kepercayaan instansi dan lembaga di tanah air kepada BNI Group dalam memberi solusi keuangan termasuk mengelola dana pensiun para karyawan. Diharapkan, jangkauan DPLK BNI bisa lebih luas lagi dan bisa melayani lebih banyak pekerja dalam menghadapi masa tua mereka," kata Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo dalam keterangan resminya.
DPLK BNI secara nasional sudah mengelola dana pensiun dari berbagai instansi dan perusahaan sejak 5 Juli 1994. Saat ini DPLK BNI menjadi market leader di industri DPLK dengan kelolaan dana mencapai Rp 32,38 triliun hingga September 2024 atau menguasai 22,97% market share.
DPLK BNI juga berpengalaman hampir 30 tahun sebagai pengelola beragam paket investasi dengan memberikan imbal hasil yang optimal. Layanannya juga dilengkapi dengan e-channel untuk memudahkan nasabah melakukan inquiry, simulasi maupun transaksi yang akan menambah loyalitas peserta.
Ketua Pengurus DPLK BNI Ikhwani Fauzana mengungkapkan, hanya 12% populasi lanjut usia (lansia) di Indonesia dari sekitar 25 juta jiwa yang sudah mempersiapkan program pensiun. Hal ini menunjukkan belum optimalnya pemahaman tentang pentingnya program pensiun bagi setiap pegawai. “Melihat tantangan tersebut maka diperlukan upaya yang serius terhadap kondisi ini dan mulai melakukan perencanaan pensiun dalam rangka peningkatan kesejahteraan pegawai,” ujar dia.
Ikhwani menghimbau agar masyarakat lebih serius dalam mempersiapkan masa tuanya. Semakin dini mengikuti program pensiun, maka iuran yang dibayarkan akan lebih kecil namun dana yang terkumpul akan lebih besar.
Baca Juga: Dukung Inklusi Keuangan dan Ekonomi Berkelanjutan, BNI Libatkan Penyandang Disabilitas Jadi Agen46
Tag
Berita Terkait
-
Hadir di Borobudur, BNI Promosikan Budaya Nusantara Lewat Plataran Xtravaganza
-
Aspire Finnovation Summit Ajak Pelaku Bisnis Indonesia Tetap Relevan di Era Digital Lewat Diskusi dan Teknologi
-
Wamentan Sudaryono Dorong Optimasi Lahan Rawa Capai 106 Ribu Hektar dan 150 ribu Hektar Cetak Sawah Baru di Sumsel
-
PNM Hadirkan Ruang Pintar Khusus Disabilitas, Bukti Dukungan untuk Masa Depan Inklusif
-
Ganti Nama Perusahaan, SMBC Pede Eksis di Asia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah