Suara.com - Sekitar 5,2 juta kendaraan diprediksi akan meramaikan arus liburan Nataru 2024/2025. Jumlah ini naik 3,2 persen jika dibandingkan periode arus liburan Nataru tahun lalu.
Untuk menyambut momen ini, Astra Infra Group, bersama-sama dengan stakeholder lainnya telah menyiapkan lebih dari 800 petugas dan penyiagaan lebih dari 90 kendaraan layanan jalan tol, yang terdiri dari kendaraan patroli, derek, rescue, hingga ambulance.
Kemudian dalam memastikan keamanan dan kelancaran berkendara pengguna jalan tol, Astra Infra telah menyiapkan lebih dari 500 unit CCTV terintegrasi yang didukung oleh 7 unit traffic counter, dan layanan sentra komunikasi 24 jam.
Astra Infra melakukan peningkatan sinergi dengan pihak terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri untuk mewujudkan Nataru yang ceria ini.
“Terima kasih Astra Infra Group, atas layanan yang tanggap, serta satuan tugas yang siap siaga 24 jam mengawal Nataru Ceria 2024/2025. Harapannya momen Nataru ini menjadi perjalanan liburan yang lancar, aman, nyaman dan menyenangkan.” ucap Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Diana Kusumastuti, M.T., dalam Media Gathering Nataru 2024/2025 Astra Infra Group, di Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Melalui Nataru Ceria 2024/2025, Astra Infra berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan kepada pengguna jalan tol.
Pada periode Nataru tahun ini, diprediksi terdapat 2,9 juta kendaraan yang akan melintasi ruas tol Tangerang-Merak. Puncak arus mudik Nataru akan terjadi pada Jumat (20/12/2024), dengan estimasi 177 ribu kendaraan melintas. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi pada Minggu (5/1/2025), dengan estimasi 165 ribu kendaraan melintas.
Untuk Astra Infra Toll Road Cikopo–Palimanan, diprediksi sekitar 1,8 juta kendaraan akan melintas. Puncak arus Natal akan terjadi pada Sabtu (21/12/2024), dengan estimasi 123 ribu kendaraan melintas. Sementara itu puncak arus tahun baru akan terjadi Minggu (29/12/2024), dengan estimasi 124 ribu kendaraan melintas. Puncak arus balik diprediksi Jumat (3/1/2025), dengan estimasi 89 ribu kendaraan melintas.
Untuk Astra Infra Toll Road Jombang–Mojokerto diprediksi akan dilintasi sekitar 800 ribu kendaraan. Puncak arus Natal akan terjadi pada Rabu (25/12/2024), dengan estimasi 47 ribu kendaraan melintas. Sedangkan puncak arus tahun baru diprediksi akan terjadi Minggu (29/12/2024), dengan estimasi 46 ribu kendaraan melintas. Puncak arus balik diprediksi Minggu (5/1/2025), dengan estimasi 50 ribu kendaraan melintas.
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Ini Persiapan Kementerian PU untuk Jalan Seantero Nusantara
Untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan, Astra Infra juga menyiapkan layanan dan fasilitas pada 29 rest area yang tersebar di seluruh ruas tol Astra Infra, seperti ketersediaan toilet, tempat parkir, tempat ibadah, tempat makan, ATM, mini market, hingga ketersediaan BBM pada SPBU.
Untuk menunjang mobilitas pengguna kendaraan listrik, Astra Infra menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah rest area, yang lokasinya tersebar, antara lain di rest area KM 43 A, 45 B, 68 A, 68 B Ruas Tol Tangerang-Merak, rest area KM 86 A, 101 B, 102 A, 130 A, 130 B, 164 B, dan 166 A Tol Cikopo-Palimanan, serta Resta Pendopo KM 456 A & B Tol Semarang-Solo. Selain itu, SPKLU juga tersedia di rest area KM 678 A, 678 B, 695 A, dan 695 B Tol Jombang-Mojokerto.
Untuk mendukung suksesnya liburan Nataru tahun ini, Astra Infra mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan perjalanan aman dan nyaman bersama keluarga, yaitu:
1. Mengantisipasi cuaca yang ekstrem
2. Pengguna jalan dihimbau untuk merencanakan perjalanannya dengan baik dan jika terjebak dalam hujan, sisarankan untuk mengurangi kecepatan menjadi maksimal 70 km/jam ketika berkendara
3. Manfaatkan fasilitas rest area yang tersedia untuk beristirahat. Jika rest area penuh, pengguna jalan dapat mencari tempat istirahat di luar jalan tol untuk kemudian dapat kembali masuk tanpa dikenakan tambahan tarif tol
4. Pengguna jalan diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan selama perjalanan.
Berita Terkait
-
Truk dan Motor Dilarang Nyebrang Lewat Pelabuhan Merak Selama Arus Nataru
-
ASDP Prediksi Penumpang Kapal Ferry Naik 4,1 Persen Selama Nataru
-
7 Ritual Wajib Mobil sebelum Gas Pol Liburan Nataru 2024
-
InJourney Proyeksikan Hampir 300 Ribu Orang Kunjungi Candi Borobudur dan Prambanan pada Nataru
-
Jalan Tol Solo-Jogja Gratis Selama Libur Nataru, Cek Tanggalnya!
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan
-
Proyek Internet Rakyat Besutan Emiten Milik Hashim Mulai Uji Coba
-
Wamen ESDM: Pembayaran Kompensasi BBM dan Listrik 2026 Berubah Jadi Sebulan Sekali
-
Satgas PKH Terus Berburu Perusahaan Pelanggar Aturan Pemanfaatan Kawasan Hutan
-
Purbaya Mau Obrak-abrik Bea Cukai dan Pajak, 5 Pejabat Akan Dicopot
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Kebocoran Gas Usai, ESDM Ungkap Blok Rokan Mulai Beroperasi Lagi
-
Purbaya Akui Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu Pengganti Keponakan Prabowo, Dilantik Minggu Depan
-
Pemerintah Heran Stok Jagung Melimpah Tapi Harga Pakan Ternak Mahal
-
Pencabutan Izin Tambang Gerus Saham-saham Big Caps, IHSG Masih di Level 8.900