Suara.com - Kejutan datang dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang pada 16 Desember 2024 menerima pengunduran diri dari Presiden Komisarisnya, Djohan Emir Setijoso.
Surat pengunduran diri yang diterima oleh manajemen BBCA bernomor 0172/ESG/2024 ini langsung dikutip dari keterbukaan informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Pengunduran diri Emir Setijoso baru akan efektif setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada tahun 2025.
"Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan," kata Kepala Grup BCA, Linda Chandrawati ditulis Rabu (18/12/2024).
Djohan Emir Setijoso adalah sosok yang sudah tidak asing lagi di dunia perbankan Indonesia. Kariernya dimulai jauh sebelum ia bergabung dengan BCA, tepatnya pada tahun 1965, ketika ia mulai bekerja di salah satu bank pelat merah atau Bank BUMN.
Selama lebih dari tiga puluh tahun di bank pelat merah, Emir berhasil mencapai posisi tertinggi sebagai Direktur hingga tahun 1998. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya untuk menjadi Komisaris Utama di Inter Pacific Bank, menjabat dari 1993 hingga 1998.
Nama Djohan semakin dikenal luas setelah bergabung dengan BCA. Sebelum menjadi Presiden Komisaris, ia menjabat sebagai Presiden Direktur BCA dari tahun 1999 hingga 2011.
Dalam kapasitasnya sebagai Presiden Direktur, Djohan Emir bertanggung jawab atas sejumlah bidang penting di BCA, seperti koordinasi umum, audit internal, perencanaan perusahaan, keuangan, akuntansi, serta sekretariat perusahaan.
Baca Juga: Modus Penipuan Perbankan Makin Agak Lean, Begini Strategi BCA
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
-
Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra
-
Benarkah MBG Bebani Anggaran Pendidikan?
-
Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga