- Direktur Utama Jasa Marga menyiapkan empat ruas tol fungsional untuk mengurai kepadatan mudik Lebaran 2026.
- Ruas Jogja–Solo (Purwomartani) dan Jogja–Bawen (Ambarawa) disiapkan untuk mengurangi kepadatan di Prambanan dan Ambarawa.
- Tol Japek II Selatan akan difungsikan saat arus balik, sementara Tol Probolinggo–Situbondo Barat siap pakai di Jawa Timur.
Suara.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), Rivan A Purwantono, mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional sebagai alternatif jalur mudik Lebaran tahun ini. Operasional fungsional ruas tol ini diperlukan untuk mengurai kepadatan di sejumlah titik yang selama ini kerap mengalami kemacetan.
"Kami juga melihat atau menyampaikan bahwa kami melakukan persiapan beberapa terkait dengan fungsional ya fungsional ini yang ada 4 ya dan ini sudah kami melakukan peninjuan ya dipastikan," ujarnya dalam konferensi pers di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu ruas tol fungsional yang disiapkan adalah jalur Jogja–Solo melalui Purwomartani. Keberadaan jalur tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Prambanan yang selama ini menjadi titik persimpangan kendaraan.
"Yang pertama adalah fungsional Jogja Purwomartani ya ini tidak hanya fungsional yang kita siapkan," katanya.
Menurut Rivan, jalur tersebut memungkinkan kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Solo untuk langsung masuk ke jalan tol tanpa harus melewati simpang padat di Prambanan. Dengan demikian, potensi kemacetan akibat pertemuan arus kendaraan dapat dikurangi.
"Yang dari Jogja jadi tidak perlu lewat Prambanan lagi langsung Purwomartani atau Kalasan langsung bisa masuk jalan tol sehingga ini praktis buat masyarakat yang Silaturohmi atau ke Solo dan sebagainya sangat baik," jelasnya.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiapkan ruas tol fungsional Jogja–Bawen yang menghubungkan wilayah Bawen hingga Ambarawa. Meski panjangnya hanya sekitar 6 kilometer, jalur ini dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan di kawasan pasar Ambarawa.
"Jogja-Bawen ini adalah di seksi 6 atau dari Bawen ke Ambarawa memang ini tampaknya pendek cuma 6 kilometer," ungkap Rivan.
Ia menjelaskan, ruas tersebut dapat dimanfaatkan pemudik yang melanjutkan perjalanan menuju wilayah Magelang, Temanggung, dan sekitarnya. Jalur ini diharapkan mampu memotong kemacetan yang sering terjadi di jalur arteri.
Baca Juga: Jasa Marga Siapkan Rest Area di 62 Titik Selama Mudik Lebaran 2026
"Kita lihat bahwa kalau di Bawen itu sampai dengan Ambarawa kan padat sekali sampai Pasar Ambarawa nah ini sangat sekintikan bisa membantu melewati kemacetan itu karena langsung keluar di Ambarawa," tuturnya.
Selain dua ruas tersebut, Jasa Marga juga menyiapkan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan sebagai jalur fungsional untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan. Ruas ini menghubungkan wilayah Sadang hingga Setu.
"Nah berikutnya adalah yang fungsional Japek 2 atau 2 selatan ini yang banyak dibahas ya," kata Rivan.
Ia menuturkan ruas Japek 2 Selatan rencananya akan dimanfaatkan terutama saat arus balik Lebaran. Jalur ini diharapkan dapat mengurangi pertemuan arus kendaraan di titik kepadatan utama di Tol Jakarta–Cikampek.
"Kenapa karena Japek 2 Selatan ini yang digunakan itu arus balik yaitu dari arah Bandung Cipularang karena ini akan mengurai supaya tidak ketemu di KM 66," ucapnya.
Sementara itu, ruas tol fungsional lainnya yang disiapkan adalah jalur Probolinggo hingga Situbondo Barat dengan panjang sekitar 49 hingga 50 kilometer. Jalur tersebut disebut sudah siap digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur.
"Dan terakhir fungsional yang paling menarik ini karena fungsional ini cukup panjang 49 sampai 50 kilometer yang membentang dari Probolinggo sampai dengan situ Bondo Barat atau Menjelang Besugi," kata Rivan.
Ia mengatakan jalur tersebut akan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang menuju wilayah Situbondo hingga Banyuwangi. Selain membantu memperlancar perjalanan, jalur tersebut juga disebut memiliki panorama alam yang menarik.
"Ini berarti akan mempersingkat masyarakat yang melakukan perjalanan dari Surabaya sampai dengan Situbondo atau Besuki ini," pungkas Rivan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan