Suara.com - Insiden kebakaran terjadi di Glodok Plaza, Jakarta Barat, Rabu 15 Januari 2024. Api yang diduga berasal dari sebuah diskotik di lantai 7 dengan cepat merambat ke lantai-lantai di atasnya, menciptakan kepanikan dan kerusakan yang signifikan. Pemilik Glodok Plaza pun menjadi sorotan lantaran menjadi salah satu pihak yang paling dirugikan.
Sejumlah saksi mata melaporkan adanya suara seperti tabung gas yang bocor. Tak berselang lama, terdengar suara dentuman yang diikuti kobaran api. Tak butuh waktu lama, kobaran api ini menyebar hingga atap gedung Glodok Plaza. Sembilan orang bahkan sempat terjebak di lantai atas dan meminta pertolongan lewat jendela.
Seperti yang diketahui, Glodok Plaza menjadi salah satu pusat peralatan elektronik, khususnya sound system dan lighting yang populer dan banyak dikunjungi orang-orang. Selain itu, Glodok Plaza juga menyediakan berbagai tempat hiburan seperti karaoke, biliar, hingga food court.
Namun sebelum dikenal sebagai pusat perbelanjaan, alat elektronik dan hiburan, Glodok Plaza sendiri adalah sebuah bangunan dengan sejarah yang panjang. Dahulu, Glodok Plaza sempat dijadikan penjara di masa kolonial. Bangunan tersebut dulu dikenal sebagai penjara bagi para narapidana yang akan menghadapi hukuman mati.
Melansir dari situs resminya, pemilik Glodok Plaza saat ini adalah PT TCP Internusa, salah satu anak perusahaan dari PT Surya Semesta Indonesia, Tbk.
Sedangkan pemegang saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) diantaranya: PT Persada Capital Investama, PT Arman Investmens Utama, Intrepid Investments Limited, The Jok Tung, Johannes Suriadjaja, Wilson Effendy, Sonny Satianegara dan mayoritas sahamnya dimiliki oleh publik dengan presentase lebih dari 70 persen.
Adapun bisnis utama dari PT TCP Internusa yaitu pengembang real estate dan properti. Tercatat, PT TCP Internusa menjadi salah satu anggota Real Estate Indonesia (REI) dengan NPA No. 8 Tahun 1971.
Setelah sukses mengembangkan Glodok Plaza, PT TCP mengembangkan proyek properti. Proyek itu antara lain Perumahan Edenhaus Garden Home Resort di TB Simatupang Jakarta Selatan, Perumahan Tanjung Mas Raya di Jakarta Selatan, Graha Surya Internusa Tower di Rasuna Said dan pengembangan kawasan segi tiga emas Kuningan.
Mengutip situs resminya, Glodok Plaza mulai diresmikan sebagai pusat perbelanjaan pada tahun 1977. Bahkan di masa itu, Glodok Plaza sempat jadi pusat perdagangan elektronik tersohor di tingkat Asia Tenggara. Di mana, Glodok Plaza memiliki perputaran roda perdagangan terbesar dan terbaik pada tahun 1990-an.
Baca Juga: Kawasan Mangga Dua Jakpus Diamuk Si Jago Merah, Penyebab Kebakaran Gegara Apa?
Diketahui, ini bukan kali pertama Plaza Glodok mengalami kebakaran. Pada tahun 1983 lalu, gedung itu juga pernah mengalami kebakaran besar. Menurut beberapa sumber, di masa itu Glodok Plaza mengalami kebakaran hingga berhari-hari, terhitunh dari tanggal 9 sampai 14 April 1983.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Renggut Banyak Nyawa, Damkar Soroti Pengelola Glodok Plaza: Lelet Lapor hingga Alat Kebakaran Malfungsi
-
Glodok Plaza Saksi Bisu Sejarah Jakarta: Dari Penjara VOC Hingga Rencana Jadi 'Experience Mall'
-
9 Orang Ditahan terkait Kebakaran Hotel Tewaskan 76 Orang di Turki
-
Detik-detik Mencekam Kebakaran Hotel di Turki Tewaskan 76 Orang, Korban Lompat dari Jendela
-
Bahaya! 361 Gedung Tinggi di Jakarta Tak Penuhi Syarat Keselamatan Kebakaran
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan