Suara.com - Kebijakan tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap produk China, khususnya kendaraan listrik (EV), dinilai memberikan peluang besar bagi Indonesia.
Menurut Akbar, kebijakan tarif impor AS yang mencapai 60 persen tersebut telah menghambat perekonomian China dan mendorong relokasi industri EV mereka ke negara-negara dengan tarif yang lebih rendah, seperti Indonesia.
"Ini mendorong relokasi industri kendaraan listrik China ke negara dengan tarif lebih rendah seperti Indonesia," ujar Akbar dalam diskusi bertajuk Prospek Kendaraan Listrik di tengah Tekanan Fiskal dan Kebijakan Kontraproduktif Trump” oleh Core Indonesia, Rabu (26/2/2025).
Menurut Akbar, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dalam menarik investasi industri EV. Sebagai produsen dan pengolah nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki bahan baku utama untuk produksi baterai EV.
Potensi ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan relokasi industri EV dari China.
"Indonesia memainkan peran utama dalam penambangan dan pemrosesan material nikel yang merupakan material kritis untuk baterai kendaraan listrik," kata Akbar.
Meski demikian ada tantangan bagi Indonesia dalam produksi baterai EV adalah soal kendaraan produksi China yang tetap menggunakan baterai berbasis lithium daripada nikel.
“Perlu ada strategi unik dalam jangka panjang dalam membangun ekosistem EV, dan inginnya dominan di (baterai berbasis) nikel dalam waktu ke depan,” ujar dia.
Akbar melanjutkan, meskipun mempunyai fondasi kuat di bagian hulu dan tengah rantai nilai, bakal tetapi Indonesia tetap memerlukan investasi substansial, transfer teknologi, dan pengembangan kapabilitas untuk mengatasi kesenjangan di sektor hilir.
Baca Juga: Pemerintah Masih Pikir-pikir Berikan Disinsentif Kendaraan Konvensional
Selain itu, strategi ekonomi yang komprehensif juga diperlukan guna memaksimalkan nilai dari sumber daya alam (SDA), menciptakan lapangan kerja berbobot tinggi, dan memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi transisi daya global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
-
Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia